Siapkan Misi Artemis, NASA Uji Ketahanan Perangkat Eksplorasi dari Debu Bulan

2 jam yang lalu 4
Siapkan Misi Artemis, NASA Uji Ketahanan Perangkat Eksplorasi dari Debu Bulan Alat mitigasi debu elektrostatik bulan genggam diuji di dalam Fasilitas Pengembangan dan Pengujian Bulan di Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston.(NASA/Josh Valcarcel)

SEBELUM para astronaut kembali mendarat di permukaan Bulan melalui program Artemis, seluruh perangkat keras nan mereka andalkan kudu terbukti bisa memperkuat di lingkungan antariksa nan sangat ganas. Di Johnson Space Center milik NASA nan berlokasi di Houston, Texas, Amerika Serikat, para insinyur di Lunar Development and Test Facility sekarang tengah memfokuskan pengetesan pada salah satu tantangan terbesar dalam eksplorasi luar angkasa, bahaya debu Bulan.

Berbeda dengan pasir di Bumi, debu Bulan alias regolit mempunyai sifat nan sangat tajam, abrasif, serta mudah menempel pada nyaris seluruh permukaan benda. Tanpa adanya penanganan dan strategi mitigasi nan tepat, keberadaan debu Bulan ini berpotensi besar merusak beragam peralatan teknis, mengikis lapisan baju luar angkasa (spacesuit), hingga menimbulkan akibat kesehatan nan serius bagi keselamatan para astronaut. Oleh karena itu, memahami karakter dan meminimalkan akibat debu Bulan menjadi perihal nan sangat krusial sebelum para astronaut siap untuk hidup dan bekerja di permukaan Bulan.

Fasilitas pengetesan nan berada di area Energy Systems Test Area ini dikelola langsung oleh tim insinyur NASA untuk mendukung pengembangan dan pengetesan perangkat keras dalam kondisi simulasi Bulan. Di dalam ruang vakum khusus, para mahir melakukan pertimbangan terhadap beragam sistem dan subsistem menggunakan materi simulasi regolit Bulan. Pengujian ini bermaksud untuk memahami secara pasti gimana baju luar angkasa, komponen wahana antariksa, serta sistem peralatan nan mempunyai bagian dan sendi bergerak dapat beraksi secara optimal selama Misi Artemis berlangsung.

Divisi Propulsi dan Daya NASA Johnson mengembangkan sistem unik nan memungkinkan simulasi lingkungan Bulan dapat melangkah secara realistis. Fasilitas canggih ini dilengkapi dengan laboratorium penanganan dan persiapan debu untuk pengetesan kondisi sekitar (ambient testing), tabung vakum berbentuk kubus berukuran 3 kaki, serta tabung vakum termal berukuran 15 kaki. Di dalam tabung vakum termal tersebut, pengetesan dilakukan dengan menggunakan sistem nitrogen closed-loop untuk mereplikasi suasana dan lingkungan luar angkasa nan ekstrem.

Salah satu konsentrasi pengetesan di dalam akomodasi ini mencakup beragam peralatan melangkah di luar angkasa (spacewalk) serta perangkat mitigasi debu elektrostatik genggam alias Handheld Lunar Electrostatic Dust Mitigation (LEDM) tool.

"Fasilitas ini membantu mengembangkan dan menguji teknologi nan dibutuhkan untuk eksplorasi Bulan jangka panjang," kata Mike Salinas, Wakil Kepala Cabang Divisi Propulsi dan Daya. "Para insinyur sedang memajukan teknik untuk mengekstrak sumber daya dari regolit Bulan, nan dapat diubah menjadi oksigen bagi para astronaut dan oksigen cair untuk bahan bakar roket."

Melalui serangkaian pengetesan ketat di Lunar Development and Test Facility, NASA terus memastikan keandalan setiap teknologi nan bakal dibawa menuju Bulan. Langkah ini menjadi fondasi krusial bagi kesuksesan Misi Artemis dalam mendukung eksplorasi antariksa jangka panjang sekaligus membuka jalan bagi penemuan dan penemuan baru di masa depan. (NASA/Z-2)

Selengkapnya