loading...
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin, meluncurkan organisasi kebencanaan Sinergi Aksi Peduli Bangsa (Sigap Bangsa) . Foto/istimewa
BOGOR - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin, meluncurkan organisasi kebencanaan Sinergi Aksi Peduli Bangsa (Sigap Bangsa) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peluncuran menjadi langkah baru PKB dalam memperkuat keterlibatan masyarakat di bagian penanggulangan bencana.
Organisasi ini dibentuk untuk menjadi wadah nan efektif dalam membangun relawan nan mempunyai keterampilan, kesiapsiagaan, dan keahlian merespons musibah secara sigap dan terukur.
Gus Muhaimin mengatakan Indonesia memerlukan lebih banyak relawan kebencanaan nan terlatih. Menurutnya, keterbatasan personel penanggulangan musibah kudu diperkuat melalui support dan partisipasi masyarakat.
Baca juga: Semarak Harlah PKB, Panji Bangsa Harap Perkokoh Nilai Kebangsaan Generasi Muda
"Ada organisasi baru nan berjulukan SIGAP BANGSA. Organisasi ini dibentuk untuk mengantisipasi sekaligus menjadi organisasi nan efektif dalam penanggulangan bencana. Tidak mudah melatih relawan nan mempunyai keahlian kebencanaan, sementara keterbatasan tim penanggulangan musibah memerlukan support partisipatif dari masyarakat," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Gus Muhaimin nan datang didampingi Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto meyakini semakin banyak masyarakat nan terlibat, maka keahlian Indonesia dalam menghadapi musibah bakal semakin baik. "Kita berambisi semakin banyak orang terlibat dalam penanggulangan bencana. Saya percaya cara, teknik, dan strategi penanggulangan musibah di Indonesia bakal semakin maju," katanya.
Lihat video: Breaking News Puncak Harlah ke-27 PKB, Presiden Prabowo:Kerja Keras untuk Kepentingan Rakyat
Menurut Gus Muhaimin, Indonesia juga perlu terus belajar dari negara-negara nan telah mempunyai sistem penanggulangan musibah nan lebih maju. "Kita boleh belajar dari beragam negara nan mempunyai kelebihan dalam strategi, taktik, teknologi, kecepatan, dan ketangguhan menghadapi bencana. Semua itu perlu terus kita penyesuaian untuk memperkuat kapabilitas bangsa," tuturnya.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·