Sinopsis Serial Nabi Yusuf: Nasib Zulaikha Kesulitan, Gandum Busuk Kuil Amon

1 jam yang lalu 2
 Nasib Zulaikha Kesulitan, Gandum Busuk Kuil Amon Cuplikan serial TV Nabi Yusuf.(Youtube Alief Alfy)

KONDISI di dalam istana Zulaikha semakin memprihatinkan setelah Potifar meninggal dunia. Keamanan istana berada di titik nadir setelah Zulaikah memberhentikan nyaris seluruh penjaga meninggalkan pos mereka, termasuk para pemimpin kuil Amon.

Kini, hanya Rodamon dan segelintir pelayan dekat nan tersisa untuk menjaga kompleks istana nan begitu luas. Berikut sinopsis serial televisi dari Iran berjudul Nabi Yusuf bagian 31.

Penjarahan Gudang Makanan dan Pencurian Perhiasan

Ketiadaan pengamanan berujung pada bencana. Rodamon melaporkan bahwa penyimpanan makanan istana telah dijarah habis. "Pencurian tidak pernah terjadi di istana ini sebelumnya," ujar Zulaikha dengan nada getir. Namun, Rodamon menegaskan bahwa dirinya tidak sanggup menjaga seluruh area sendirian tanpa support personel keamanan.

Kekacauan tidak berakhir di situ. Dua pelayan tertangkap basah mencoba melarikan diri dengan membawa perhiasan berharga, termasuk kalung mutiara favorit Zulaikha.

Meski sempat menakut-nakuti mereka dengan balasan mati, Zulaikha akhirnya memilih untuk mengusir mereka dari istana. Ia merasa penderitaannya sudah terlalu berat untuk ditambah dengan kemarahan nan terus-menerus.

Kemurahan Hati Zulaikha Mengikuti Jejak Yuzarsif

Terinspirasi oleh kebijakan Yuzarsif (Nabi Yusuf) nan memberikan tanah kepada rakyat nan mau bekerja, Zulaikha mengambil keputusan besar. Ia membebaskan seluruh pelayannya dan menyerahkan semua properti pribadinya--mulai dari ladang gandum, linen, hingga papirus--kepada mereka.

“Bukankah seorang kekasih kudu berperilaku seperti nan dia cintai?” ucap Zulaikha. Ia memilih untuk melepaskan kekayaan dunianya, sebagaimana Yusuf nan tidak menginginkan apa pun untuk dirinya sendiri. Zulaikha meminta para mantan pelayannya untuk bekerja di ladang tersebut demi menafkahi family mereka di tengah masa sulit.

Kebohongan para Imam Terbongkar

Di sisi lain, prediksi Yuzarsif mengenai persediaan gandum para pemimpin terbukti akurat. Setelah lima tahun disimpan secara rahasia, gandum-gandum di silo milik kuil Amon rupanya membusuk dan dipenuhi (benih)penyakit hingga menghitam. Gandum tersebut apalagi sudah tidak layak untuk dikonsumsi hewan, apalagi manusia.

Ketakutan bakal kemarahan rakyat dan terbongkarnya pengkhianatan mereka, para pemimpin memerintahkan agar gandum tersebut dibuang ke Sungai Nil secara diam-diam pada malam hari. Namun, rencana ini diketahui oleh pihak istana. Firaun Akhenaten segera memerintahkan Malik dan Komandan Horemhop untuk membawa penduduk menyaksikan langsung tindakan para pemimpin tersebut.

Catatan Penting: Pengkhianatan para pemimpin ini menjadi bukti nyata kebenaran nubuat Yuzarsif bahwa penyimpanan gandum nan tidak dikelola dengan baik hanya bakal membawa kerugian bagi masyarakat Mesir.

Masyarakat nan menyaksikan pembuangan gandum tersebut merasa sangat terpukul dan marah. Di tengah kelaparan nan mencekik, mereka kudu memandang hasil kerja keras mereka dihancurkan begitu saja akibat keserakahan dan ketidakmampuan para pemimpin dalam mengelola persediaan pangan.

Para imam, nan semestinya menjadi pelayan masyarakat, dituduh hanya mementingkan diri sendiri dan kandas menjaga hasil jerih payah para petani. Kejadian ini menjadi pukulan telak bagi reputasi kuil Amon nan telah berkuasa selama ribuan tahun.

Para pemimpin mencoba memutarbalikkan kebenaran dengan menghasut rakyat. Mereka berdasar bahwa jika gandum kuil saja bisa busuk dalam waktu lima tahun, gandum nan disimpan Yuzarsif selama tujuh tahun pasti bakal mengalami nasib nan lebih buruk. Mereka berambisi kegagalan penyimpanan ini bakal menjatuhkan kredibilitas Yuzarsif di mata publik.

Rahasia Penyimpanan Yuzarsif Terungkap

Menanggapi tuduhan para pemimpin mengenai pembangunan silo nan dianggap membuang-buang ruang, Yuzarsif akhirnya mengungkap rahasia besar nan dia simpan selama bertahun-tahun. Berbeda dengan metode kuil nan hanya menyimpan biji gandum, Yuzarsif menyimpan gandum komplit dengan bulir dan batangnya.

Rahasia Ilahi: Yuzarsif menjelaskan bahwa Allah telah mengajarkan kepadanya langkah menyimpan gandum agar tidak terserang hama. Dengan membiarkan gandum tetap pada tangkainya, kualitas pangan tetap terjaga meski disimpan dalam waktu nan sangat lama.

Yuzarsif menegaskan bahwa tujuannya membangun banyak silo adalah untuk menyelamatkan seluruh rakyat Mesir dari kelaparan, bukan untuk mencari untung pribadi seperti nan dilakukan oleh para pemimpin dan orang-orang kaya.

Kepulangan Yuzarsif dan Penantian Zulaikha

Di sisi lain, berita mengenai kembalinya Yuzarsif dari Memphis menuju Thebes mulai tersebar. Firaun Akhenaten dan Nefertiti memanggilnya kembali untuk urusan nan sangat penting. Kabar ini juga sampai ke telinga Zulaikha melalui pelayannya.

Zulaikha, nan sekarang kondisinya memprihatinkan dan kehilangan kecantikannya, merasa bimbang. Meski sangat merindukan Yuzarsif, dia merasa malu dan takut jika Yuzarsif bakal meremehkan penampilannya nan sekarang. "Aku kudu memandang apakah saya tetap Zulaikha," ucapnya dengan penuh kesedihan saat menyadari sungguh waktu dan penderitaan telah mengubah dirinya.

Kepulangan Yuzarsif disambut meriah oleh rakyat. Berbeda dengan para penguasa lain, Yuzarsif menolak ditandu di atas pundak budak. Ia menegaskan kehadirannya adalah untuk meringankan beban rakyat, bukan menjadi beban bagi mereka. (I-2)

Selengkapnya