Siswa 14 Tahun Tembak Mati 8 Orang, Alasannya Tak Terduga

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku penembakan di sekolah elite Debsirin, Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand diduga mempelajari seluk beluk tindakan penembakan massal dari hasil pencarian di internet.

Polisi menyatakan bahwa pelaku sempat mencari dan memandang situs-situs web mengenai penembakan massal sebelum kejadian tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026).

Polisi menyita sembilan komputer alias perangkat elektronik dari rumah tersangka sebagai bagian dari penyelidikan atas serangan hari Jumat itu, nan menewaskan sedikitnya tiga siswa dan tiga guru.

Pelaku sendiri tewas diduga akibat bunuh diri setelah menjalani tindakan brutalnya melakukan penembakan. Pelaku juga diduga membunuh kakek dan neneknya di rumah sebelum melancarkan tindakan penembakan.

Polisi menyatakan bahwa nenek dan kakek dari remaja pelaku penembakan kemudian ditemukan tewas di rumah mereka, tempat pelaku juga tinggal.

Mereka diduga tewas sebelum pelaku melancarkan tindakan penembakan sadis di sekolah tersebut.

Dengan demikian, tersangka penembakan sekolah di distrik Bang Kruai di provinsi Nonthaburi di Thailand menewaskan total delapan orang.

Pertama, dia menembak meninggal kakek dan neneknya, menggunakan pistol kakeknya, demikian keterangan pihak kepolisian nasional Thailand, dikutip dari the Guardian. Ia lampau pergi ke sekolahnya, Debsirin Nonthaburi di pinggiran Bangkok, dan membunuh tiga pembimbing dan tiga siswa.

Komandan polisi provinsi Nonthaburi, Letkol Dechrapee Kongdee, membenarkan bahwa pelaku penembakan itu bunuh diri.

Pelaku merupakan seorang pelajar, menembakkan 26 butir peluru dan 34 butir amunisi lainnya ditemukan di tempat kejadian, kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Kongdee mengatakan kepada BBC, bahwa pelaku duduk di bangku kelas sembilan, biasanya berumur sekitar 14 tahun.

Kepolisian Thailand hingga sekarang tetap melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif pelaku melancarkan penembakan di sekolah nan menewaskan delapan orang.

Stres Karena Belajar?

Informasi awal mengenai pelaku menggambarkan sosok remaja nan tampak biasa. Polisi mengatakan pelaku diduga mengalami tekanan akibat pelajaran di sekolah, berasas keterangan kawan dekatnya.

Namun, seorang pembimbing menyebut pelaku sebagai anak nan baik dan mempunyai prestasi akademik nan bagus. Ia apalagi tidak dikenal sebagai pribadi nan agresif.

Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand Polpheer Suwannachee juga mengungkapkan bahwa bukti nan ditemukan di rumah menunjukkan pelaku merupakan fans berat video game. Kontradiksi tersebut menunjukkan bahwa seseorang nan tampak berperilaku baik pun bisa menyimpan tekanan psikologis nan tidak terlihat.

Usai penembakan, pemimpin oposisi Natthaphong Ruengpanyawut mendesak pemerintah melakukan reformasi serius. Meski motif pelaku tetap belum diketahui, ujarnya, tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan nan semestinya menjadi tempat paling kondusif merupakan pengingat bahwa Thailand kudu meninjau secara serius dan sistematis kebijakan pengendalian senjata api.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya