Sopir Angkot M44 Demo Balai Kota DKI, Tuntut Evaluasi Trayek JakLingko 48A

2 jam yang lalu 5
Sopir Angkot M44 Demo Balai Kota DKI, Tuntut Evaluasi Trayek JakLingko 48A Puluhan pengemudi angkot M44 menggelar tindakan di Balai Kota DKI Jakarta.(MI/Mohammad Farhan Zhuhri)

PULUHAN pengemudi pikulan kota (angkot) M44 rute Kampung Melayu–Karet–Tebet menggelar tindakan unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8). Mereka mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengevaluasi trayek JakLingko 48A nan dinilai bertumpang tindih dengan lintasan M44 sehingga menggerus pendapatan para pengemudi.

Dalam tindakan tersebut, massa nan mengenakan seragam biru dan ikat kepala merah putih membentangkan spanduk berisi aspirasi mereka. Salah satu spanduk bertuliskan, ‘Jangan abaikan nasib ribuan pengemudi angkot nan butuh kehidupan layak’, sebagai corak protes atas kondisi ekonomi nan kian sulit.

Perwakilan pengemudi M44, Sanusi, mengungkapkan bahwa kehadiran JakLingko 48A di jalur nan sama telah menyebabkan penurunan jumlah penumpang angkot secara signifikan. Hal ini berakibat langsung pada penghasilan harian para pengemudi nan berjuntai pada setoran dan sisa pendapatan jalan.

“Kami meminta Pemprov DKI mengevaluasi trayek JakLingko 48A lantaran rutenya bertumpang tindih dengan M44. Penumpang kami terus berkurang sehingga pendapatan pengemudi ikut turun,” ujar Sanusi saat ditemui di depan Balai Kota, Kamis (6/8).

Terdapat empat tuntutan utama nan disampaikan para pengemudi kepada Pemprov DKI Jakarta, antara lain:

  • Mengubah rute JakLingko 48A agar tidak lagi berhimpitan dengan trayek M44.
  • Mengembalikan kegunaan JakLingko sebagai pikulan pengumpan (feeder) menuju koridor utama.
  • Mengalihkan lintasan JakLingko 48A melalui jalur alternatif, seperti area Tebet Timur Dalam.
  • Tetap memperbolehkan tujuan akhir menuju Karet bagi JakLingko, selama rute nan ditempuh tidak bersenggolan dengan jalur M44.

Meski massa sempat memadati area pintu keluar Balai Kota, tindakan berjalan dengan tertib. Arus lampau lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan terpantau tetap normal dan tidak terganggu lantaran massa tidak menutup badan jalan selama menyampaikan aspirasinya. (Z-10)

Selengkapnya