Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Dominasi Total La Roja di Panggung Global

1 hari yang lalu 4
 Dominasi Total La Roja di Panggung Global Kuasa Matador Belum Tertandingi.(Antara)

TIM nasional Spanyol kembali menegaskan dominasinya sebagai penguasa sepak bola dunia setelah sukses memboyong trofi Piala Dunia 2026. Keberhasilan La Roja membungkam Argentina dengan skor tipis 1-0 dalam laga final di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7), melengkapi torehan manis mereka setelah sebelumnya bertakhta sebagai kampiun Piala Eropa 2024 di Berlin.

Pencapaian luar biasa ini mengulangi kejayaan historis generasi emas Spanyol saat mengawinkan gelar Euro 2008 dengan Piala Dunia 2010. Namun, hegemoni kali ini terasa jauh lebih masif lantaran mencakup kesuksesan terintegrasi di sektor laki-laki maupun wanita. Spanyol mengukir sejarah sebagai negara pertama nan memegang takhta Piala Dunia laki-laki dan wanita secara bersamaan, menyusul keberhasilan tim wanita menundukkan Inggris pada final Piala Dunia Wanita 2023 di Sydney.

Rentetan Gelar nan Tak Terbendung

Rentetan trofi Negeri Matador seolah tidak terbendung dalam beberapa tahun terakhir. Di sektor laki-laki senior, raihan Nations League 2023 dan lencana emas Olimpiade 2024 telah lebih dulu mengisi lemari piala mereka. Sementara itu, tim wanita senior juga menunjukkan taringnya dengan merengkuh gelar Nations League berturut-turut pada 2024 dan 2025.

Secara keseluruhan, struktur pembinaan Spanyol menorehkan catatan dahsyat berupa 16 gelar juara bumi dan Eropa hanya dalam kurun waktu lima tahun terakhir, mulai dari level usia bawah 17 tahun (U-17) hingga jenjang senior. Pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, menilai pencapaian itu sebagai gambaran budaya sepak bola nan mengakar kuat. "Ini adalah sebuah dominasi. Hal nan krusial adalah kami tidak berhenti," ujarnya dikutip dari BBC.

Sentuhan Dingin Luis de la Fuente

Kunci di kembali konsistensi "robot pemenang" ini tidak lepas dari penunjukan Luis de la Fuente sebagai pembimbing kepala tim laki-laki pada Desember 2022. Meski sempat dinilai berisiko lantaran tidak mempunyai rekam jejak menangani klub raksasa, De la Fuente nan sarat pengalaman di akademi justru bisa merajut keselarasan skuat.

Mantan gelandang Spanyol, Juan Mata, menyebut kedekatan sang pembimbing dengan pemain muda sejak level junior menjadi fondasi krusial. "De la Fuente mengenal sebagian besar pemain ini dari akademi. Ini bukan hanya tim untuk masa kini, tetapi juga tim untuk masa depan," tutur Mata. De la Fuente sendiri menekankan pentingnya respek dan ketenangan di dalam ruang tukar untuk menjaga rasa lapar anak asuhnya.

Rekor dan Masa Depan Cerah

Kekuatan Spanyol saat ini kian menakutkan dengan rekor 38 pertandingan beruntun tanpa kekalahan di semua ajang, sebuah catatan tak terkalahkan terpanjang oleh tim Eropa alias Amerika Selatan dalam sejarah sepak bola. Di atas lapangan, fondasi masa depan tampak cerah berkah kehadiran talenta belia seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi nan mencicipi gelar juara bumi di usia 19 tahun.

Yamal menorehkan tinta emas sebagai pemain termuda ketiga nan tampil di final Piala Dunia, menyamai pencapaian legendaris Pele (1958) dan Giuseppe Bergomi (1982). Bersama Cubarsi, Spanyol menjadi tim pertama dalam sejarah nan menurunkan dua pemain remaja sekaligus sebagai starter di final Piala Dunia.

Statistik Kunci Spanyol di Piala Dunia 2026:

  • Skor Final: Spanyol 1-0 Argentina
  • Rekor Tak Terkalahkan: 38 Pertandingan
  • Pertahanan: Hanya menghadapi 10 tembakan tepat sasaran sepanjang turnamen
  • Sejarah: Negara pertama pemegang gelar Piala Dunia Pria & Perempuan secara simultan

Apresiasi datang dari beragam penjuru dunia, termasuk legenda Prancis, Thierry Henry. "Saya mau memberikan pujian kepada sistem dan apa nan mereka terapkan. Sekarang mereka menang di setiap level," tegas Henry. Keberhasilan internasional ini juga mendongkrak reputasi pembimbing asal Spanyol, di mana setidaknya seperempat manajer di Premier League musim 2026-2027 diprediksi bakal berasal dari Negeri Matador. (BBC/Ndf/I-1)

Selengkapnya