Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto(Doc Tim SAR)
TIM SAR campuran sukses menemukan speedboat nan dilaporkan tenggelam dan mengevakuasi 11 Wisatawan Manca Negara di area perairan Teluk Tomini. Seluruh penumpang asing tersebut ditemukan dalam kondisi selamat, termasuk satu kru kapal, sementara nahkoda kapal hingga sekarang tetap dinyatakan hilang.
Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto, mengonfirmasi bahwa penemuan tersebut merupakan hasil dari operasi pencarian nan dikerahkan dari Tojo Unauna sejak, Jumat (24/7) hingga Sabtu (25/7).
"Betul info tersebut. Kami mengerahkan dua unit speedboat dari Tojo Unauna menuju perkiraan titik loss contact. Alhamdulillah, seluruh korban penumpang sukses dievakuasi dalam kondisi selamat," ujar Heriyanto saat dihubungi dari Palu.
Berdasarkan info nan dihimpun dari pihak resort di Tojo Unauna, kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada Jumat (24/7) sekitar pukul 21.00 WITA.
Musibah itu dipicu oleh cuaca jelek di perairan Teluk Tomini nan mengakibatkan speedboat patah menjadi dua bagian dan akhirnya tenggelam.
Saat kejadian, para visitor sempat menyelamatkan diri menggunakan rakit darurat nan ada di sekitar area kecelakaan.
Namun, nahkoda kapal atas nama Ardiansyah dilaporkan terpisah dari para penumpang saat proses pemindahan berdikari tersebut.
"Satu orang nahkoda tetap lenyap lantaran saat pemindahan ke rakit kondisi jarak pandang berkabut. Diduga nahkoda tetap berada di area kapal saat kapal patah dan tenggelam," ungkap Heriyanto.
Saat ini, ke-11 WNA asal Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, dan Ceko tersebut telah dievakuasi dan berada dalam penanganan kondusif di sebuah resort wilayah Tojo Unauna. Seluruh info identitas penumpang juga telah terdata oleh pihak pengelola resort.
Basarnas Gorontalo menegaskan bahwa operasi SAR campuran bakal terus dilanjutkan untuk mencari keberadaan nahkoda kapal sesuai dengan SOP nan berlaku.
"Kami bakal terus melaksanakan operasi pencarian sesuai dengan prosedur, ialah selama tujuh hari ke depan," tandas Heriyanto
Data Korban
Korban terdiri dari dua kru lokal dan 11 visitor mancanegara. Kru kapal nan lenyap adalah nakhoda Ferdiansyah (29) dan Arif (27).
Sementara 11 visitor asing ialah Milan Kasik (55), Rani Permentier (30), Mathijs Sercu (29), Jelka Van Driesum (16), Hinke Van Deer (59), Roeland Van Driesum (61), Age Van Driesum (18), Matthias Prange (50), Celine Josette Menguy (52), Hector Fabio Prange (20), dan Ronny Josue Prange (13). (TB)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·