Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis di Bank Dunia, Bertugas Bantu Negara-Negara Miskin

1 jam yang lalu 4
Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis di Bank Dunia, Bertugas Bantu Negara-Negara Miskin Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Antara)

BANK Dunia resmi menunjuk mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (Independent Co-Chair of International Development Association/IDA) Ke-22. Penunjukan ini menempatkan Sri Mulyani pada posisi strategis untuk mendorong penguatan support kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara berpendapatan rendah.

Berdasarkan keterangan resmi Bank Dunia nan dikutip di Jakarta, Kamis (6/8), Sri Mulyani bakal memimpin proses pengisian kembali biaya (replenishment) IDA22. Ia bakal bekerja sama dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe, dalam menjalankan mandat tersebut.

"Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian nan terdiri atas perwakilan golongan negara donor dan peminjam," tulis pernyataan resmi Bank Dunia. Lembaga tersebut juga memuji Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh paling berilmu di bumi dalam bagian pembiayaan pembangunan internasional.

IDA merupakan lembaga pendanaan di bawah Grup Bank Dunia nan konsentrasi memerangi kemiskinan ekstrem. Lembaga ini memberikan pinjaman tanpa kembang alias berbunga rendah, serta hibah untuk membiayai proyek pertumbuhan ekonomi dan peningkatan taraf hidup di negara-negara termiskin. Sejak 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS untuk investasi di 115 negara.

Siklus pengisian kembali biaya IDA22 dijadwalkan bakal diluncurkan secara resmi dalam Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Sementara itu, pertemuan final untuk penyampaian komitmen pendanaan dari para mitra donor diperkirakan berjalan pada Desember 2027.

Hasil dari pendanaan IDA22 ini nantinya bakal menentukan besaran pembiayaan konsesional nan tersedia bagi 78 negara hingga tahun 2031. Sejak siklus IDA18, kepemimpinan proses ini memang melibatkan tokoh independen terkemuka nan mempunyai pemahaman mendalam mengenai bank pembangunan multilateral. (Ant/I-1)

Selengkapnya