Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Thailand menangkap tiga tersangka utama dalam skandal manipulasi ujian seleksi pegawai negeri sipil (PNS) nan mengguncang negara tersebut. Kasus ini diperkirakan dapat berujung pada pemecatan sekitar 5.000 aparatur pemerintah wilayah nan diduga lolos melalui praktik kecurangan.
Mengutip Bangkok Post, Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Dalam Negeri Thailand Anutin Charnvirakul mengonfirmasi ketiga tersangka telah ditahan. Polisi saat ini tetap mengumpulkan bukti untuk mengungkap seluruh jaringan nan terlibat dalam kasus tersebut.
"Kami bakal mengungkap seluruh skema ini dan memastikan semua pihak nan terlibat diproses sesuai hukum," kata Anutin, dikutip Kamis (16/7/2026).
Ketiga tersangka adalah Win Thanaphatcharaphokin, penasihat di Kantor Promosi dan Direktur Pelatihan Universitas Kasetsart (kampus tertua dan penyelenggara ujian), adiknya Sataporn Thanaphatcharaphokin, serta Pichit Thangphrom, mantan Direktur Divisi Strategi dan Anggaran Pemerintah Kota Wichian Buri, Provinsi Phetchabun. Sebagai Menteri Dalam Negeri, Anutin membawahi Department of Local Administration (DLA), lembaga nan menyelenggarakan ujian seleksi dan sekarang menjadi pusat penyelidikan.
Komisioner Central Investigation Bureau (CIB) Letjen Polisi Nathasak Chaonasai mengatakan ketiga tersangka diduga merekrut 11 pegawai negeri untuk mengubah nilai ujian ribuan peserta di rumah Pichit di Provinsi Nonthaburi. Sebelas pegawai tersebut dijadwalkan menghadapi dakwaan pekan depan, termasuk tuduhan bersekongkol secara ilegal, pemalsuan dokumen, serta memasukkan info tiruan ke dalam sistem komputer.
Mereka bakal dijerat dengan pasal nan sama seperti tiga tersangka utama. Penyidik juga tetap memburu pihak nan diduga membocorkan info nilai ujian kepada para pelaku sehingga manipulasi dapat dilakukan.
Sementara itu, Sekretaris Tetap Kementerian Dalam Negeri Unsit Sampuntharat mengungkapkan penyelidikan menemukan kejanggalan terhadap sekitar 5.000 dari total 15.000 pegawai pemerintah wilayah nan direkrut tahun ini. Mereka nan terbukti terlibat dipastikan bakal diberhentikan.
"Siapa pun nan terbukti memanipulasi proses seleksi bakal menghadapi tindakan hukum," ujarnya.
Kasus ini bermulai dari penyelenggaraan ujian rekrutmen pegawai pemerintah wilayah nan digelar DLA pada akhir tahun lalu. Seleksi tersebut diikuti sekitar 400.000 pelamar nan memperebutkan 6.700 posisi di pemerintahan daerah.
Penyidik menduga ribuan peserta bayar suap antara 350.000 baht hingga 800.000 baht (sekitar Rp175 juta-Rp400 juta, dugaan kurs Rp500/baht), berjuntai pada kedudukan nan dilamar, sebagai hadiah untuk memperoleh nilai kelulusan. Menanggapi dugaan adanya keterlibatan tokoh nan dekat dengan Partai Bhumjaithai, Anutin menegaskan tidak ada pihak nan bakal mendapat perlakuan khusus.
"Jika melibatkan siapa pun, tindakan norma bakal diambil terhadap semuanya," tegasnya.
Ia juga memastikan tidak bakal ada pengecualian. Termasuk bagi personil partainya sendiri, andaikan terbukti ikut terlibat dalam skandal manipulasi ujian tersebut.
(sef/sef)
Addsource on Google

5 hari yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·