Sunah Berkumur dan Istinsyaq serta Tata Caranya dalam Wudhu

5 hari yang lalu 10
Sunah Berkumur dan Istinsyaq serta Tata Caranya dalam Wudhu Ilustrasi.(Magnific)

KAJIAN fikih kali ini membahas kitab Nihayatuz Zain karya ustadz besar asal Banten, Syekh Nawawi Al Bantani. Pada seri ini, pembahasan difokuskan pada kesunahan berkumur (madmadah) dan menghirup air ke dalam hidung (istinsyaq) saat berwudhu, komplit dengan tata langkah nan paling minimal hingga nan paling sempurna.

Ini merupakan penjelasan dari Kitab Nihayatuz Zain halaman 21 yang dijelaskan Ustaz Abdurrachman Asy-Syafii.

1. Sunah Berkumur (Madmadah)

Berkumur merupakan salah satu kesunahan dalam wudhu. Syekh Nawawi merinci batas minimal dan sempurnanya sebagai berikut:

  • Batas Minimal: Sekadar memasukkan air ke dalam mulut, meskipun tanpa menggerakkannya, lampau memuntahkannya kembali.
  • Batas Sempurna: Air mencapai ujung langit-langit mulut, menyentuh seluruh permukaan gigi, dan lidah. Selain itu, disunahkan menggerakkan air di dalam mulut, mengusapnya dengan jari tangan, baru kemudian memuntahkannya.

2. Sunnah Istinsyaq dan Istintsar

Istinsyaq adalah menghirup air ke dalam hidung, sedangkan istintsar adalah mengeluarkannya kembali.

  • Istinsyaq: Paling sedikit adalah meletakkan air di lubang hidung meski tidak sampai ke pangkal hidung (khaisyum). Sempurnanya adalah menghirup air hingga naik ke pangkal hidung.
  • Istintsar: Mengeluarkan air dan kotoran dari hidung setelah istinsyaq. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW bahwa proses berkumur dan menghirup air ke hidung dapat menggugurkan dosa-dosa wajah dan lubang hidung.
  • Adab: Disunahkan mengeluarkan kotoran hidung menggunakan jari kelingking tangan kiri.

3. Tata Cara Menggabungkan Berkumur dan Istinsyaq

Terdapat beberapa metode dalam menggabungkan kedua sunah ini dengan tingkatan keistimewaan nan berbeda:

Metode Gabungan (Washl) - Lebih Utama:

  1. Tiga Cidukan (Paling Utama): Mengambil tiga kali cidukan air secara terpisah. Setiap satu cidukan digunakan untuk berkumur sekaligus menghirup air ke hidung.
  2. Satu Cidukan: Mengambil satu cidukan air, lampau digunakan untuk berkumur dan menghirup air secara bergantian sebanyak tiga kali.
  3. Satu Cidukan Berturut-turut: Berkumur tiga kali berturut-turut dari satu cidukan, baru kemudian menghirup air tiga kali dari sisa air di tangan.

Metode Terpisah (Fashl):

  1. Dua Cidukan: Satu cidukan penuh untuk berkumur tiga kali, dan satu cidukan lain untuk menghirup air tiga kali.
  2. Enam Cidukan (Paling Bersih): Mengambil satu cidukan untuk satu kali berkumur (total 3 cidukan) dan satu cidukan untuk satu kali menghirup air (total 3 cidukan). Meski paling bersih, langkah ini dianggap paling lemah tingkat keutamaannya.

4. Kesunahan Mubalaghah (Bersungguh-sungguh)

Bagi orang nan tidak sedang berpuasa (muftir), disunnahkan melakukan mubalaghah alias bersungguh-sungguh dalam berkumur dan istinsyaq:

  • Dalam Berkumur: Memastikan air mencapai ujung langit-langit dan gusi serta mengusapnya dengan jari kiri.
  • Dalam Istinsyaq: Menghirup air dengan support napas hingga ke pangkal hidung (tetapi tidak sampai ke otak), membersihkannya dengan jari kiri, lampau mengeluarkannya seperti orang nan membuang ingus. (I-2)

Wallahu a'lam bish-shawab.

Selengkapnya