Surat Terbuka Mbappe untuk Rakyat Prancis usai Piala Dunia

59 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kylian Mbappe menyampaikan pesan emosional kepada seluruh rakyat Prancis setelah perjalanan timnas mereka di Piala Dunia 2026 berhujung tanpa trofi.

Melalui surat terbuka nan dibagikan di media sosial pada Senin (27/7), kapten Timnas Prancis itu mengungkapkan rasa bangga, kekecewaan, sekaligus terima kasih kepada rekan setim dan para suporter nan terus memberikan dukungan.

Meski kandas membawa pulang trofi juara, Mbappe mengaku bangga dengan perjuangan nan telah diberikan seluruh tim selama turnamen berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyerang berumur 27 tahun itu juga menyebut penghargaan Sepatu Emas nan diraihnya tidak bakal terasa sempurna tanpa gelar juara dunia. Berikut isi surat terbuka Kylian Mbappe yang diunggah di media sosial.

[Gambas:Instagram]

"Terima kasih. Sebulan penuh emosi. Mendorong diri kita melampaui batas. Bangga mengenakan warna Prancis. Kita tidak membawa pulang trofi tim. Ini menyakitkan dan bakal terasa sakit untuk sementara waktu, saya tidak bakal mendusta padamu tentang itu.

Aku bangga memenangkan Sepatu Emas, tetapi bakal jauh lebih baik jika kita juga mendapatkan trofi.

Mungkin kita berutang akhir nan lebih baik padamu. Tetapi kita tidak selalu bisa memilih gimana cerita berakhir; kita memilih apa nan kita masukkan ke dalamnya, dan kita memberikannya kepada semua orang. Itu adalah sesuatu nan bisa kita lakukan. Saya bangga.

Terima kasih kepada rekan-rekan setim saya. Tanpa kerja keras mereka, lari mereka, umpan mereka, tanpa semangat tim nan membawa kami dari pertandingan pertama hingga terakhir, saya tidak bakal pernah bisa mencetak begitu banyak gol. Gelar ini milik tim, sama seperti milik saya.

Sebagai seorang anak, saya bermimpi bermain di setidaknya satu Piala Dunia. Saya telah bermain di tiga Piala Dunia, memenangkan satu, dan tahun ini saya bangga bermain sebagai kapten. Saya tidak bakal pernah melupakannya.

Kalian tidak pernah meninggalkan kami, apalagi di saat-saat tersulit, apalagi ketika kami paling tidak layak mendapatkan support kalian. Kita menulis kisah ini bersama, dengan jutaan tangan, bukan hanya sebelas pemain di lapangan, semuanya didorong oleh semangat nan sama.

Sepak bola, pada dasarnya, tetaplah sebuah permainan. Sebuah permainan nan kami anggap sangat serius, nan kami perjuangkan sepanjang hidup untuk mencoba menguasainya, tetapi tetap saja sebuah permainan, dengan patokan sederhana nan tidak berubah sejak pertama kali kami mulai memainkannya: sebuah bola, sebuah gawang, kemauan untuk mencetak gol. Itulah kenapa permainan ini menyatukan kita semua dengan semangat nan sama.

Piala Dunia ini berakhir, tetapi kisahnya berlanjut. Akan ada pertandingan lain, malam musim panas alias musim dingin lainnya ketika kita semua bakal berkumpul di depan permainan nan sama ini, dengan semangat nan sama nan tetap membara. Kita tidak berakhir bermain bersama. Terima kasih untuk semuanya."

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/nva)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya