Suriah Gagalkan Penyelundupan Senjata Canggih Iran untuk Hizbullah

5 hari yang lalu 9
Suriah Gagalkan Penyelundupan Senjata Canggih Iran untuk Hizbullah Ilustrasi.(Magnific)

PEMERINTAH baru Suriah sukses menggagalkan operasi penyelundupan senjata besar-besaran nan ditujukan untuk milisi Hizbullah. Langkah tegas Damaskus ini terjadi di tengah momentum krusial saat tekanan internasional terhadap golongan support Iran tersebut terus meningkat.

Kementerian Dalam Negeri Suriah melaporkan pada Kamis (16/7/2026) bahwa unit keamanan unik mereka mencegat pengiriman senjata canggih di dekat perbatasan Suriah-Irak. Berdasarkan laporan instansi buletin resmi Suriah, SANA, operasi ini sukses mengamankan beragam persenjataan mematikan sebelum sempat memasuki wilayah Libanon.

Detail Persenjataan nan Disita

Operasi tersebut dilakukan setelah unit keamanan mendeteksi kendaraan mencurigakan nan terparkir di area perbatasan nan susah diamankan. Dalam penggeledahan, petugas menemukan simpanan senjata nan mencakup:

  • Rudal jarak jauh
  • Rudal anti-tank berpemandu (ATGM)
  • Drone tempur

"Investigasi awal menunjukkan bahwa pengiriman tersebut dimaksudkan untuk transit melalui wilayah Suriah sebelum dikirim ke milisi teroris Hizbullah di Libanon," tulis laporan SANA. Otoritas Suriah sekarang tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk membongkar jaringan penyelundupan nan terlibat.

Perubahan Geopolitik Pasca-Assad

Tindakan keras ini menandai perubahan drastis dalam kebijakan luar negeri Suriah. Di bawah rezim Bashar al-Assad sebelumnya, Hizbullah dan Damaskus adalah sekutu dekat nan didukung oleh Iran. Namun, pemerintahan baru nan berkuasa setelah jatuhnya Assad menunjukkan sikap nan sangat berbeda terhadap jaringan pro-Iran.

Para pemberontak Suriah nan sekarang memegang kendali mempunyai sejarah permusuhan panjang dengan Hizbullah, nan mengirim ribuan pejuang untuk memihak Assad selama perang saudara. Kini, Damaskus menegaskan bahwa kedaulatan nasional adalah prioritas utama dan tidak bakal membiarkan wilayahnya menjadi jalur transit senjata nan menakut-nakuti keamanan negara tetangga.

Kaitan dengan Diplomasi Donald Trump

Langkah Suriah ini bertepatan dengan upaya diplomatik Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump. Trump dalam wawancara terbaru dengan Fox News mengisyaratkan bahwa Suriah dapat memainkan peran kunci dalam mendukung operasi melawan Hizbullah guna membawa perdamaian di Libanon.

Saat ini, pembicaraan trilateral antara AS, Israel, dan Libanon sedang berjalan dengan tujuan memperluas kendali pasukan pemerintah Libanon ke area percontohan di Libanon selatan, nan mengharuskan penarikan mundur kekuatan Hizbullah. Israel malah menyatakan tidak bakal menarik pasukannya sampai ada kemajuan nyata dalam pembersihan pengaruh milisi tersebut.

Analisis Rute: Senjata untuk Hizbullah biasanya mengalir dari Iran melalui Al-Qa’im di Irak, melintasi Al-Bukamal di Suriah, dan menyusuri Lembah Sungai Eufrat. Keberhasilan pencegatan di perbatasan Irak menunjukkan efektivitas unit keamanan baru Suriah, nan beberapa di antaranya diduga melibatkan personel nan pernah dilatih oleh AS di garnisun Tanf.

Kementerian Dalam Negeri Suriah menegaskan komitmennya untuk terus memantau perbatasan dan membongkar setiap upaya nan menjadikan Suriah sebagai pangkalan alias jalur logistik bagi aktivitas milisi bersenjata. (Jerusalem Post/I-2)

Selengkapnya