Survei Maariv: Koalisi Netanyahu Terancam Tumbang di Pemilu Israel 2026

4 hari yang lalu 9
 Koalisi Netanyahu Terancam Tumbang di Pemilu Israel 2026 Benjamin Netanyahu.(Al Jazeera)

BLOK oposisi Israel diprediksi bakal memenangkan kebanyakan bangku dalam pemilihan mendatang, sementara koalisi pemerintahan saat ini di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengalami penurunan support nan signifikan. Berdasarkan survei terbaru nan dirilis oleh Maariv pada Jumat (17/7/2026), blok oposisi diperkirakan bakal memperoleh 62 kursi, sedangkan koalisi petahana diproyeksikan merosot hingga hanya menyisakan 48 kursi.

Survei itu muncul di tengah langkah legislatif intensif nan dilakukan Netanyahu menjelang pembubaran Knesset. Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa koalisi oposisi nan dipimpin oleh partai Yashar! dengan ketua Gadi Eisenkot, berada di jalur nan tepat untuk memenangkan kebanyakan dalam pemilu nan dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.

Persaingan Ketat Likud dan Yashar!

Partai Likud ketua Netanyahu dilaporkan terus kehilangan bangku dan sekarang berada di posisi seri dengan partai Yashar!. Keduanya diprediksi masing-masing memperoleh 22 mandat. Penurunan juga dialami oleh mitra koalisi lainnya:

  • Shas: Hanya memperoleh tujuh kursi, nomor terendah sejak pemilu 2022 (sebelumnya 11 kursi).
  • Otzma Yehudit: Mengalami penurunan menjadi tujuh kursi.
  • Partai Zionis Religius: Bertahan dengan empat kursi.

Sementara itu, partai Blue and White serta Balad diprediksi tidak bakal melewati periode pemisah pemilihan sebesar 3,25%, nan merupakan syarat minimal untuk mendapatkan bangku di Knesset.

Sentimen Pemilih terhadap Komposisi Koalisi

Survei Maariv juga menyoroti pergeseran besar dalam preferensi pemilih mengenai komposisi pemerintahan di masa depan. Sebanyak 83% responden menyatakan menolak penyertaan partai-partai Haredi (ultra-Ortodoks) dalam koalisi setelah pemilu, dengan hanya 8% nan mendukung.

Sebaliknya, terdapat support nan cukup tinggi untuk melibatkan partai Arab dalam pemerintahan. Sekitar 70% pemilih mendukung langkah tersebut, sementara 10% menentang, dan 20% sisanya menyatakan tidak mempunyai pendapat alias menganggap perihal tersebut tidak menjadi masalah.

Krisis Kepercayaan Publik

Kepercayaan publik terhadap keahlian pemerintah saat ini dalam mengambil keputusan nan tepat bagi Israel juga berada di titik rendah. Hanya 38% pemilih nan percaya pada pemerintah saat ini, sementara 55% menyatakan tidak yakin.

Metodologi Survei

Jajak pendapat ini dilakukan pada 8-9 Juli 2026 oleh Maariv bekerja sama dengan Panel4ALL Research nan dipimpin oleh Menachem Lazar. Survei melibatkan 500 responden nan mewakili populasi dewasa di Israel (usia 18 tahun ke atas), mencakup penduduk Yahudi dan Arab. Margin kesalahan maksimum dalam survei ini adalah 4,4%. (The Jerusalem Post/I-2)

Selengkapnya