Syarat Ekonomi Tumbuh 8%, Ekonom: Tahun Ini Harus Dekati 6%

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengamat ekonomi senior membeberkan strategi jitu untuk membawa ekonomi Indonesia hingga tumbuh hingga 8%.

Ekonom Senior Prasasti Center Piter Abdullah mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%, Indonesia kudu meningkatkan nomor pertumbuhan ekonomi dan tidak lagi terpaku pada nomor 5%.

Bahkan menurutnya, untuk mencapai pertumbuhan 8%, ekonomi Indonesia kudu tumbuh minimal 6% di tahun ini.

"Pemerintah sudah mencanangkan tumbuh 8%, walaupun tidak disebutkan tahun berapa, tetapi arah pertumbuhan ekonomi menuju 8% ini semestinya sudah terlihat. Kalaupun tidak pada tahun ini, semestinya tahun ini sudah mendekati 6%," kata Piter dalam wawancara unik CNBC Indonesia, dikutip Kamis (6/8/2026).

Jika ekonomi Indonesia dapat tumbuh 6% do 2026, maka untuk mencapai 8%, di 2027 pun kudu tumbuh sebesar 7%.

"Kalau di 2026 tumbuh 6%, di tahun depan bisa tumbuh 7%, kemudian tahun berikutnya lagi bisa mencapai 8%," terang Piter.

Selain itu, pemerintah juga kudu membangun fondasi ekonomi agar pertumbuhan 8% bisa tercapai dalam waktu nan sudah ditentukan.

"Fondasi untuk mencapai pertumbuhan nan lebih tinggi itu kudu dipersiapkan oleh pemerintah, krena itu adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai sasaran nan 8%," ujarnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menegaskan, bakal terus mendorong mesin-mesin pertumbuhan ekonomi, utamanya pada semester kedua tahun ini.

Dia pun telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memastikan tren pertumbuhan ekonomi bisa melanjut lebih sigap dari realisasi kuartal II-2026 sebesar 5,29% dan kuartal I-2026 nan mencapai 5,61% yoy.

"Ke depan saya percaya di triwulan ke-3 dan ke-4 kita bakal sorong ke arah nan lebih sigap menuju 6% dengan memaksimalkan semua engine-engine nan ada di perekonomian," kata Purbaya.

Upaya nan bakal dilakukan menteri finansial itu diantaranya menambah duit di perekonomian hingga menurunkan kembang kredit.

"Menambah duit di perekonomian dan menekan kembang deposit menekan kembang nan diminta oleh SMV-SMV di bawah pemerintah turun ke level nan rendah sehingga perbankan bisa meletakkan alias memberikan pinjaman dengan kembang nan lebih rendah," katanya.

Purbaya memperbanyak duit di perekonomian dengan menambah sekitar Rp70 triliun biaya Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke golongan bank milik negara (Himbara). Adapun, suntikan biaya SAL telah dilakukan secara bertahap.

Dirinya mengatakan pemerintah sudah menempatkan Rp40 triliun di Himbara hari ini dan Rp30 triliun sisanya pada pekan depan.

"Sharing-nya sama seperti sebelumnya-sebelumnya ya. Jadi Rp 70 triliun nambah seminggu ini," kata Purbaya.

Purbaya juga bakal membatasi kembang simpanan lembaga finansial unik alias special mission vehicle (SMV) untuk menekan kembang angsuran perbankan.

Nantinya kembang simpanan SMV kementerian finansial bakal diatur 80% dari suku kembang Bank Indonesia.

"Saya bakal batasin level kembang nan diminta adalah sama dengan pemerintah jika kita (pemerintah) taruh duit di perbankan, ialah 80% dari BI rate," ucapnya.

(chd/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya