Tak Harus Memaksa, Nudge Theory Emi Wiranto Dorong Masyarakat Jaga Budaya

4 jam yang lalu 3
Tak Harus Memaksa, Nudge Theory Emi Wiranto Dorong Masyarakat Jaga Budaya Emi Wiranto saat berbincang dengan Media Indonesia, di Jakarta, Senin (20/7/2026)(MI/PANJI ARIMURTI)

Melestarikan budaya tidak selalu kudu dilakukan melalui aturan, larangan, alias kewajiban. Perubahan perilaku masyarakat justru dapat dimulai dari dorongan mini nan membikin seseorang secara sadar memilih melakukan sesuatu nan positif.

Gagasan itulah nan diangkat Emi Wiranto dalam disertasi doktoralnya di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Polri. Melalui disertasi berjudul Collaborative Policing Berbasis Nudge dalam Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda, Emi menawarkan pendekatan nan lebih persuasif dan humanis untuk mendorong masyarakat ikut menjaga budaya Indonesia.

"Saya percaya budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi identitas bangsa nan kudu dijaga bersama. Pelestarian budaya tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah alias organisasi budaya, tetapi memerlukan kerjasama seluruh komponen masyarakat," ujar Emi saat berbincang dengan Media Indonesia, Senin (20/7/2026).

Konsep tersebut berangkat dari pendapat Nudge Theory, ialah pendekatan nan mendorong seseorang mengambil keputusan alias melakukan perilaku tertentu tanpa paksaan dan tanpa menghilangkan kebebasan untuk memilih. Dalam konteks pelestarian budaya, pendekatan ini dapat diterapkan dengan menciptakan lingkungan nan membikin masyarakat lebih mudah, lebih tertarik, dan lebih terdorong untuk mengenal serta melestarikan budaya.

Generasi muda, misalnya, tidak kudu dipaksa mencintai budaya melalui aturan. Mereka dapat didorong untuk mengenal budaya melalui cara-cara nan dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari menghadirkannya di ruang publik, mengemasnya secara kreatif, hingga menjadikannya bagian dari aktivitas sehari-hari.

Bagi Emi, budaya tidak bakal memperkuat hanya lantaran diwajibkan. Budaya bakal terus hidup andaikan masyarakat merasa mempunyai dan secara sukarela menjadikannya bagian dari kehidupan.

Gagasan tersebut kemudian dipadukan Emi melalui konsep Collaborative Policing. Pendekatan ini menempatkan kerjasama sebagai fondasi dalam perlindungan warisan budaya tak benda. Pemerintah, aparat, akademisi, organisasi budaya, pelaku usaha, hingga masyarakat mempunyai peran sesuai kapabilitas masing-masing.

Menurut Emi, budaya dan modernisasi juga tidak semestinya ditempatkan dalam posisi nan berlawanan. Budaya perlu beradaptasi dengan perubahan era agar tetap mempunyai tempat dalam kehidupan generasi masa kini.

"Budaya dan modernisasi tidak perlu dipertentangkan. Budaya kudu bisa beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya," kata Emi.

Ia mencontohkan kebaya sebagai salah satu warisan budaya nan mempunyai makna lebih luas daripada sekadar busana tradisional. Kebaya merupakan bagian dari sejarah, nilai, dan identitas wanita Indonesia.

"Kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi simbol nilai, sejarah, dan identitas wanita Indonesia. Tugas kita adalah membikin budaya datang dalam kehidupan sehari-hari sehingga tetap relevan bagi generasi muda," ujarnya.

Menurut Emi, pendekatan Nudge dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran tersebut. Alih-alih memaksa masyarakat untuk mencintai budaya, lingkungan sosial dapat dirancang sedemikian rupa sehingga masyarakat mempunyai lebih banyak kesempatan untuk mengenal, mencoba, dan akhirnya memilih untuk terlibat dalam pelestarian budaya.

Dengan kata lain, perubahan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Terkadang, perubahan dapat tumbuh dari dorongan mini nan dilakukan secara konsisten.

Emi berambisi pendapat dalam penelitiannya dapat menjadi referensi bagi penyusunan kebijakan pelestarian budaya di Indonesia. Ia juga mau memperkuat kerjasama antara pemerintah, akademisi, organisasi budaya, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya secara berkelanjutan.

"Saya berambisi penelitian ini dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan pelestarian budaya di Indonesia, memperkuat kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, serta mendorong semakin banyak generasi muda untuk mencintai budayanya sendiri," tuturnya.

Bagi Emi, melindungi budaya pada akhirnya bukan hanya tentang mempertahankan sesuatu dari masa lalu. Lebih dari itu, pelestarian budaya adalah upaya memastikan nilai, identitas, dan jati diri bangsa tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Selengkapnya