Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah rumah sakit di Amerika Serikat ialah Unity Medical Center, Dakota Utara digugat norma setelah hasil tes DNA mengungkapkan dua laki-laki tertukar saat lahir 38 tahun silam. Pihak family menggugat rumah sakit tersebut telah merampas kehidupan nan semestinya mereka jalani sejak lahir pada Januari 1988.
Fakta tersebut terungkap saat salah satu korban, Kyle Bylin, melakukan tes DNA berdikari dari sebuah bingkisan Natal. Hasil tes tersebut mempertemukannya dengan tante biologisnya di sebuah platform silsilah keluarga, nan kemudian mengarah pada penemuan Jeremy Morrison sebagai sosok nan tertukar dengannya.
"Saat itulah pikiranku betul-betul terkejut. Kami tidak pernah membayangkan bahwa itu adalah pertukaran kelahiran nan sebenarnya terjadi," ujarnya dilansir dari AFP, Sabtu (18/7/2026).
Berdasarkan gugatan nan diajukan, Bylin dan Morrison merupakan dua bayi laki-laki nan lahir pada hari nan sama di rumah sakit tersebut.
Meskipun pihak rumah sakit membantah adanya kelalaian staf, Bylin mengaku tetap menyimpan bukti berupa gelang identitas nan menunjukkan bahwa dia dibawa pulang oleh orang tua nan salah.
Sedangkan, Evelyn Newton ialah ibu nan membesarkan Bylin, mengungkapkan rasa sedihnya lantaran telah kehilangan waktu puluhan tahun untuk memandang pertumbuhan anak biologisnya. Walaupun hubungan dengan putra nan dia besarkan selama ini tidak berubah, dia tetap merasa dirugikan oleh situasi nan terjadi.
"Tapi saya merasa kehilangan kehidupan nan semestinya kumiliki berbareng putra kandungku. Kau tak bisa kembali dan mengganti 35 tahun nan telah berlalu. Langkah pertama, mengendarai mobil, menikah - gimana kau bisa mengganti semua itu?," kata Evelyn.
Di lain sisi, pihak Unity Medical Center mengakui bahwa kejadian bayi tertukar tersebut memang betul terjadi, namun mereka menyatakan tidak menemukan bukti kesalahan dari sisi administrasi. Rumah sakit berkilah bahwa catatan medis dari empat dasawarsa lampau sudah tidak tersedia lagi, sehingga susah untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Sayangnya, lantaran nyaris empat dasawarsa telah berlalu, catatan medis dan kepegawaian nan mungkin memberikan kejelasan tambahan sudah tidak ada lagi, dan tidak ada personil tim persalinan dari waktu itu nan tetap bekerja di rumah sakit tersebut," tulis pernyataan resmi manajemen rumah sakit.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah kedua laki-laki tersebut menyadari kemiripan wajah mereka melalui foto family satu sama lain. Kini, kedua family menuntut pertanggungjawaban atas trauma emosional dan kehilangan momen hidup nan tidak mungkin bisa terulang kembali.
(dce)
Addsource on Google

3 hari yang lalu
8







English (US) ·
Indonesian (ID) ·