Tak Terduga, Pengusaha Komponen Sebut TKDN Mobnas Tak Akan Sampai 100%

4 hari yang lalu 12

Jakarta, CNBC Indonesia - Wacana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan mobil nasional (mobnas) kembali mengemuka di tengah upaya pemerintah memperkuat industri otomotif dalam negeri. Dari sisi rantai pasok, pelaku industri komponen menilai Indonesia sudah mempunyai modal nan cukup untuk mendukung realisasi program tersebut.

Industri komponen saat ini telah menjadi pemasok bagi beragam merek otomotif global. Kapasitas produksi dan kualitas produk juga telah teruji melalui pasar ekspor sehingga tinggal menyesuaikan spesifikasi kendaraan nan nantinya bakal dikembangkan.

"Pada dasarnya industri komponennya sekarang sudah menyuplai banyak merek global. Kalau memang pendapat mobil nasional diwujudkan, mestinya kandungan TKDN-nya tinggi. Kami siap mendukung lantaran secara kualitas sudah tidak diragukan lagi," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmat Basuki kepada CNBC Indonesia.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan membangun rantai pasok dari awal. Infrastruktur industri komponen sudah terbentuk sehingga penyesuaian lebih banyak dilakukan pada kebutuhan teknis kendaraan nan bakal diproduksi.

"Yang perlu dilakukan tinggal penyesuaian spesifikasi. Mobil nasional kelak speknya seperti apa, komponen nan dibutuhkan seperti apa, itu perihal nan biasa kami lakukan. Supply chain di Indonesia juga sudah cukup lengkap. Kalau bisa ekspor ke beragam negara, artinya fondasi industrinya sudah ada," ujarnya.

Meski optimistis, tingkat kandungan lokal tetap bakal mengikuti karakter kendaraan nan diproduksi. Sebab tetap ada beberapa komponen nan hingga sekarang belum diproduksi di dalam negeri.

"Mungkin tidak sampai 100% TKDN lantaran tergantung spesifikasi mobil nasional tersebut. Bisa saja tetap ada beberapa part nan memang belum bisa dibuat di Indonesia sehingga tetap perlu impor," kata Rachmad.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan proyek mobil nasional nan tengah dipersiapkan pemerintah tengah berada dalam tahap kreasi dan diharapkan mempunyai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) nan lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan nan saat ini beredar di Indonesia.

"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang kelak kita harapkan Mobnas nan sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu bakal mempunyai nilai TKDN nan lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja berbareng Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu.

Kemunculan kembali rumor ini bukan tanpa alasan. Mobil nasional dipandang sebagai salah satu instrumen krusial untuk mengejar ketertinggalan industri otomotif dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada produsen global.

"Pengembangan Mobil Nasional bukan sekadar proyek industri semata, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian teknologi bangsa," tulis BP BUMN dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya