Tambang Emas Longsor Kubur Warga Hidup-Hidup, 100 Tewas

2 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 100 orang tewas setelah tambang emas warga di sebuah desa mini di wilayah barat Republik Afrika Tengah (CAR) runtuh akibat tanah longsor. Tanah longsor terjadi pada Selasa sore di Desa Zamboye, sekitar 50 kilometer dari Kota Baboua dan dekat perbatasan dengan Kamerun.

Mengutip The Guardian Jumat (21/8/2026), rekaman nan beredar di media sosial tampaknya menunjukkan longsoran pasir menerjang sekelompok orang nan diduga merupakan para penambang dan menimbun mereka. Dalam pernyataan nan dikeluarkan jaksa setempat, disebutkan bahwa banyak orang lainnya tetap terjebak di bawah material longsoran.

Relawan Palang Merah nan terlibat dalam operasi bantuan, mengatakan kepada bahwa lebih dari 100 jenazah telah ditemukan dari letak tambang nan runtuh. Seorang pejabat senior asosiasi pertambangan setempat juga mengonfirmasi jumlah tersebut kepada Reuters.

Media lokal di Republik Afrika Tengah melaporkan bahwa pemerintah telah membuka penyelidikan atas kejadian tersebut. Jaksa kedua dari Baboua mengatakan kepada media bahwa kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat runtuhnya beberapa terowongan bawah tanah tempat para penambang bekerja.

"Tanah betul-betul runtuh dan mengubur orang-orang," kata Cedric Mbango, salah seorang penambang di lokasi.

"Bencana besar," tambahnya.

Gubernur wilayah tersebut, Gregoire Mvongo, mengatakan melalui radio milik pemerintah bahwa pihaknya bekerja sama erat dengan pemerintah Republik Afrika Tengah untuk menangani akibat tragedi tersebut. Bertrand Be Yangue, personil Dewan Pemuda Zamboye, mengatakan menemukan korban dalam keadaan hidup bakal menjadi sebuah keajaiban.

Tambang rakyat skala mini banyak ditemukan di beragam wilayah Afrika, meskipun sejumlah patokan melarang aktivitas tersebut. Tingginya pengangguran membikin banyak laki-laki usia produktif masuk ke tambang-tambang nan ditinggalkan alias tidak lagi digunakan untuk mencari penghasilan.

Lokasi pertambangan seperti itu kerap beraksi dengan standar keselamatan nan rendah, sehingga kecelakaan berulang kali terjadi. Di Republik Afrika Tengah saja, sedikitnya 40 orang tewas dalam sejumlah kejadian pertambangan sepanjang tahun ini.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya