Tanaman Padi di Majalengka Gagal Panen hingga Terbakar di Musim Kemarau

2 jam yang lalu 3
Tanaman Padi di Majalengka Gagal Panen hingga Terbakar di Musim Kemarau Petani di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, mencabuti tanaman padi nan kandas panen akibat kekeringan.(MI/Nurul Hidayah)

PETANI di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, alami gagal panen. Ketiadaan air membikin tanaman padi nan sudah berisi tidak dapat dipanen. 

"Sudah nyaris satu separuh bulan di sini tidak turun hujan, jadi kondisinya disini sangat kering,” tutur Casmita, seorang petani di Desa Mekarjaya, Minggu (2/8). 

Dijelaskan Casmita, harusnya saat ini sejumlah petani di desa mereka sudah melakukan panen. Namun sayangnya, saat padi sudah berisi justru terjadi kekeringan dan areal sawah sudah tidak lagi mendapatkan pasokan air. 

Air, lanjut Casmita, sekarang sudah tidak lagi mengairi saluran irigasi. Kondisi nan sama pun terjadi di Situ Cijingga, nan kondisi airnya sudah mengering. Padahal, pertanian di Desa Mekarjaya juga mendapatkan pasokan air dari Situ Cijingga. 

“Kejadian seperti ini sudah sering terjadi di desa kami, nyaris setiap tahun, tetapi belum ada solusi dari pemerintah,” tutur Casmita. 

Kini petani berambisi Pemkab Majalengka  menghadirkan solusi untuk mengatasi persoalan kekurangan pasokan air nan terus berulang setiap musim kemarau. 

"Kebetulan di sini ada embung Situ Cijingga nan sekarang juga kering. Saya berambisi ada solusi nyata, seperti pembuatan sodetan dari Sungai Cipanas alias skema lainnya, agar embung tersebut bisa menampung air untuk kebutuhan pertanian kami," minta Casmita. 

Padi Terbakar

Selain menyebabkan tanaman padi kekeringan, cuaca nan kering dan panas membikin tanaman padi siap panen milik petani di desa nan  sama terbakar. 

"Saya tidak tahu jika ada api di sebelah sana. Tiba-tiba saat saya sedang panen dan berdiri, saya memandang ke depan sudah ada asap dan apinya sigap sekali membesar," tutur Dede, petani lainnya di Desa Mekarjaya. 

Dede mengaku panik dan sempat berupaya untuk memadamkan api dengan menggunakan kayu panjang. Namun, kobaran api nan terus membesar membikin usahanya tidak berhasil. Api akhirnya melalap seluruh tanaman padi miliknya nan sudah siap dipanen. 

“Karena api semakin membesar, saya akhirnya hanya bisa pasrah,” tutur Dede. 

Adapun areal tanaman padi milik Dede nan terbakar mencapai 100 bata alias sekitar 1.400 meter persegi gosong terbakar.

”Padahal lumayan untuk makan sehari-hari,” tutur Dede. Dede juga mengaku tidak mengetahui penyebab  pasti kebakaran tanaman padi di sawahnya. (UL/E-4) 

Selengkapnya