ARTICLE AD BOX
Ratusan ribu penduduk Iran mengiringi prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, puncak rangkaian upacara penghormatan selama sepekan.
Ratusan ribu penduduk Iran memadati jalan-jalan di Teheran, Senin (6/7/2026), untuk mengikuti prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei nan menjadi puncak rangkaian upacara penghormatan selama sepekan. (Office of the Iranian Supreme Leader/ Handout via REUTERS)
Nampak lautan pelayat mengiringi iring-iringan jenazah pemimpin nan tewas tersebut dalam salah satu prosesi berkabung terbesar nan digelar di ibu kota Iran. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei berbareng empat personil keluarganya diangkut menggunakan sebuah truk besar nan melintasi jalan-jalan utama Teheran. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Di tengah prosesi, sejumlah peserta meneriakkan seruan balas dendam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sebagian peserta juga membakar bendera Amerika Serikat dan Inggris, sementara massa lainnya mengibarkan bendera Iran serta spanduk merah bertuliskan seruan kepada "para pembalas dendam Khamenei", nan mengadaptasi ungkapan krusial dalam tradisi Islam Syiah sejak gugurnya cucu Nabi Muhammad dalam pertempuran pada abad ketujuh. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)
Rangkaian upacara berkabung dimulai pada Jumat, ketika peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei, seorang putrinya beserta anaknya nan tetap berumur 14 bulan, seorang menantu laki-laki, dan istri Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, disemayamkan untuk memberikan kesempatan kepada para pejabat Iran dan tamu asing menyampaikan penghormatan terakhir. (REUTERS/Mohammed Salem)
source on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·