RI Belum Ekspor Listrik ke Singapura, Ini Alasan Bahlil

9 jam yang lalu 17
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka bunyi atas rencana Indonesia melakukan ekspor listrik ke Singapura. Pada intinya, pemerintah Indonesia tetap melakukan negosiasi khususnya mengenai dengan harga.

Mulanya, Bahlil menjabarkan bahwa menyangkut dengan daya berbareng dengan Singapura, sejak setahun lampau sudah ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ialah ekspor listrik, pengembangan listrik hijau dan juga pengembangan Carbon Capture Storage (CCS).

"Dan itu kan adalah merupakan satu kesatuan nan kita tandatangani di tahun kemarin. Nah, mengenai dengan listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tapi kan kita tetap menegosiasi tentang nilai dan izin kita kan memang nilai itu ada di pemerintah. Kita pengen ada win-win, saling menguntungkan," terang Bahlil ditemui di Istana Negara, Senin (6/7/2026).

Menurut Bahlil, mengenai dengan kerjasama kelistrikan kudu menguntungkan kedua negara. Maka dari itu, pembahasan mengenai ekspor listrik tetap berkutat pada untung kedua belah pihak,.

"Tapi saya pikir sejenak lagi bakal ada titik jumpa kok. Kita ingin semuanya kudu punya faedah yang, nan win-win-lah untuk kedua belah pihak ya. (Sekarang) belum win-win. Saya merasa belum win-win jika sekarang harganya," terang Bahlil.

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa pihaknya menunjuk BPI Danantara sebagai penerapan perdagangan lintas batas. Dalam perihal ini adalah ekspor listrik ke Singapura.

"Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk penerapan kerja sama perdagangan listrik lintas batas, juga di bagian perdagangan," terang Presiden Prabowo dalam Konfrensi Persnya berbareng PM Singapura Lawrence Wong di Istana Negara, Senin (6/7/2026).

Prabowo Juga mengatakan Danantara juga ditugaskan untuk melakukan aktivitas di bagian energi, ekonomi digital, ekosistem digital. "Kemudian keamanan siber. Kita telah melakukan obrolan dan capaian-capaian konkrit," terang Prabowo.

PM Singapura Lawrence Wong menjabarkan perusahaan nan terlibat dalam nota kesepahaman (ekspor listrik) itu, ialah Danantara, Keppel Electric, Sembcorp Industries, Singapore Energy Interconnections.

"Kesepakatan ini bakal menjadi peta jalan nan jelas bagi proses negoisasi menuju proyek interkoneksi listrik lintas batas," kata Wong.

Wong meyakini proyek itu bakal memberikan faedah bagi kedua negara sekaligus, dan menjadi pondasi krusial bagi pengembangan jaringan listrik ASEAN untuk mendukung ketahanan daya kawasan. Terlebih, Indonesia tengah membangun salah satu proyek tenaga surya terbesar di Indonesia, di Morowali, Sulawesi Tengah.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya