ARTICLE AD BOX
Ilustrasi(Dok Istimewa)
YAYASAN Nusa Jaya Tumbuh Bersama bekerja-sama dengan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Cabang Kabupaten Lamongan menggelar tindakan penanaman ratusan bibit pohon di Sekretariat IKSPI Kera Sakti Lamongan, Jawa Timur.
Pendiri Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Ahmad Muhlis Fanani, menegaskan bahwa persoalan ekologis seperti perubahan iklim, kerusakan hutan, hingga peningkatan akibat musibah alam kudu direspons dengan tindakan konkret, bukan sekadar wacana.
"Menanam pohon adalah investasi untuk masa depan. Kami mau membujuk masyarakat untuk mulai dari langkah sederhana nan mempunyai akibat besar bagi bumi. Gerakan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan kudu diwujudkan melalui tindakan nyata," ujar Muhlis, Senin (13/7/2026).
Ketua Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Moh. Syaiful Rahman, menambahkan bahwa tindakan lingkungan ini tidak bakal berakhir di Lamongan saja. Pihaknya berkomitmen untuk memperluas jangkauan kerjasama dengan beragam komunitas, lembaga pendidikan, hingga golongan kepemudaan di seluruh Indonesia.
Langkah ini dirasa mendesak di tengah menurunnya kualitas lingkungan hidup dan masifnya laju pengundulan rimba saat ini.
"Kami membuka ruang kerjasama seluas-luasnya agar aktivitas penghijauan dapat menjangkau beragam wilayah di Indonesia. Selain melestarikan lingkungan, aktivitas menanam pohon juga membantu mengurangi emisi karbon, meningkatkan kualitas udara, serta menjadi salah satu upaya pencegahan musibah alam seperti banjir dan tanah longsor," papar Syaiful.
Di sisi lain, Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Kabupaten Lamongan, Abdus Salam, menyambut positif kerjasama tersebut. Ia menilai partisipasi aktif dalam pelestarian alam merupakan bagian krusial dari penerapan pendidikan karakter bagi seluruh personil perguruan silat.
"Melalui aktivitas ini kami mau menggugah kesadaran seluruh personil IKSPI Kera Sakti agar semakin peduli terhadap lingkungan. Seorang pendekar bukan hanya melestarikan budaya bangsa, tetapi juga ikut menjaga alam sebagai warisan nan kudu kita tinggalkan untuk generasi berikutnya," kata Abdus.(H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·