PENYALURAN AIR BERSIH: Relawan PMI Kota Sukabumi mendistribusikan support air bersih bagi penduduk terdampak tandus di Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu.(Dok Istimewa)
RATUSAN kepala family di Kampung Cikundul Hilir RW 04 Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau. Berbagai komponen bergerak sigap mendistribusikan support air bersih bagi penduduk setempat.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Imran Wardhani, menyebut berasas info laporan, di wilayah itu terdapat sekitar 340 kepala keluarga yang terdampak berkurangnya kesiapan air bersih akibat musim kemarau. PMI menyalurkan support pengedaran air bersih sebanyak 10 ribu liter.
"Kami menyalurkan dua kali ritase support air bersih menggunakan armada tangki. Satu ritase disalurkan 5 ribu liter air bersih," kata Imran, Minggu (19/7).
Penanganan krisis air bersih dilakukan lintas sektor. Selain PMI, support air bersih juga didistribusikan Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa.
Perusahaan wilayah milik Pemkot Sukabumi itu turut mendistribusikan air bersih sebanyak 45 ribu liter. Imran menyebut, kerjasama penanganan kekeringan sejatinya dilakukan bersama-sama agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi di tengah semakin meningkatnya akibat musim kemarau.
"Bantuan ini merupakan respons sigap menyusul permohonan dari aparatur pemerintah di tingkat kelurahan," tuturnya.
Pemkot Sukabumi telah menetapkan status siaga darurat musibah kekeringan. Penetapan status diberlakukan mulai 1 Juli-30 September 2026.
"Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi, BPBD, Perumda Tirta Bumi Wibawa, serta beragam pihak mengenai untuk memantau wilayah-wilayah nan berpotensi mengalami krisis air bersih," ungkap Imran nan juga menjabat sebagai Asisten Daerah III Setda Kota Sukabumi.
PMI Kota Sukabumi juga mengimbau masyarakat nan mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar segera berkoordinasi dengan abdi negara kelurahan alias kecamatan setempat. Sehingga, kebutuhan dapat diinventarisasi dan ditindaklanjuti melalui sistem penanganan darurat nan telah ditetapkan.(H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·