Terinspirasi Teach You a Lesson, Provinsi Gyeonggi Bentuk Tim Perlindungan Guru Nyata 

4 hari yang lalu 12
Terinspirasi Teach You a Lesson, Provinsi Gyeonggi Bentuk Tim Perlindungan Guru Nyata  Teach You a Lesson(IMDB)

SERIAL drama tindakan Korea Selatan di Netflix, Teach You a Lesson, sekarang telah menginspirasi lahirnya kebijakan nyata dalam bumi pendidikan. Fiksi tentang badan perlindungan pendidikan nan ditampilkan dalam drama tersebut sekarang menjadi realita di Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan, untuk menjawab tantangan serius mengenai hak-hak pembimbing dan tekanan lingkungan sekolah.

Sejak dirilis pada 5 Juni lalu, Teach You a Lesson terus menjadi sorotan lantaran dianggap mencerminkan keresahan nyata para pendidik mengenai maraknya keluhan jahat, tuduhan tidak berdasar, serta beban psikologis nan kudu dihadapi staf sekolah sendirian. 

Menanggapi kejadian tersebut, Kantor Pendidikan Provinsi Gyeonggi mengumumkan pembentukan badan perlindungan kewenangan pembimbing nan beraksi langsung di bawah pengawasan Superintendent Pendidikan Provinsi Gyeonggi, Ahn Min-seok.

Ahn Min-seok menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi pembimbing nan berjuang sendirian. Saat menandatangani protokol operasional badan tersebut pada Senin, 13 Juli lalu, dia menyatakan, "Guru tidak bakal lagi dibiarkan sendirian." 

Langkah ini diambil tepat setelah upacara peringatan tiga tahun kematian seorang pembimbing di SD Seoi, Seoul, nan mengakhiri hidupnya akibat beban kerja berlebih dan tekanan keluhan nan terus-menerus.

Badan perlindungan ini dirancang dengan dua bagian utama:

  • Tim Respon Perlindungan Hak Guru: Terdiri dari sekitar 50 petugas unik nan direkrut melalui proses terbuka. Tim ini memberikan pendampingan satu musuh satu kepada pembimbing nan terdampak, mulai dari pelaporan awal hingga kasus dinyatakan selesai. Mereka juga bekerja menangani keluhan orangtua atas nama guru, sehingga para pendidik dapat terbebas dari beban bentrok langsung.
  • Tim Pendukung Hukum Terpadu: Berisi para mahir norma pendidikan nan bekerja melakukan investigasi di lokasi, memberikan nasihat hukum, serta memberikan pendampingan dalam proses litigasi (persidangan) jika diperlukan.

Superintendent Ahn memastikan badan ini bakal bertanggung jawab penuh atas setiap masalah nan dilaporkan. "Semua keluhan bakal ditangani dengan sigap di bawah tanggung jawab badan perlindungan guru, dan kami bakal tetap bertanggung jawab sepanjang proses pemulihan," ujar Ahn. 

Ia juga menambahkan instansi pendidikan provinsi bakal mendampingi pembimbing dari awal hingga akhir agar mereka tidak perlu memikul beban sendirian, dengan tujuan membangun sistem perlindungan nan memungkinkan pembimbing konsentrasi mengajar tanpa tekanan tuntutan alias keluhan.

Dalam komitmen jangka panjangnya, Ahn berjanji untuk memperbaiki situasi pendidikan di Gyeonggi dalam kurun waktu satu tahun. Meskipun menyadari tantangan nan mungkin dihadapi, dia tetap teguh pada pendiriannya. 

"Bahkan jika ada hambatan, saya siap bertanggung jawab penuh sebagai superintendent. Dalam setahun, saya bakal melakukan segala upaya untuk memulihkan hak-hak pembimbing dan membangun kembali kepercayaan publik," ujarnya. (Korea JoongAng Daily/mustsharenews.com/Z-2)

Selengkapnya