Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran rimba di Blok Bantengan, area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026).(ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
KEBAKARAN rimba dan lahan (karhutla) di area konservasi Gunung Bromo, Jawa Timur, terus meluas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total area lahan nan gosong terbakar telah mencapai sekitar 60 hektare hingga Kamis (6/8) pagi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, membeberkan bahwa luas area terdampak tersebut tersebar di dua wilayah administratif, ialah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.
"Di Kabupaten Probolinggo, api membakar sekitar 10 hektare lahan di area Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Sementara di Kabupaten Malang, api membakar 50 hektare area Jantur Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)," papar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (6/8).
Angka akumulasi luas lahan tersebut diperoleh berasas info kalkulasi sementara tim petugas campuran hingga Rabu (5/8) sore. Abdul Muhari menambahkan, titik api pertama kali terdeteksi melahap area konservasi pada Senin (3/8) petang. Meski kobaran api membakar puluhan hektare lahan, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Upaya penanganan darurat hingga sekarang terus digencarkan oleh tim campuran nan terdiri atas BPBD, Balai Besar TNBTS, Polisi Kehutanan (Polhut), armada pemadam kebakaran (damkar), truk tangki air, hingga jejeran relawan.
Sejumlah titik api seperti di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur dilaporkan sempat sukses dipadamkan. Namun, pergerakan angin kencang serta medan geografis lereng Kaldera Bromo nan sangat terjal memicu api kembali merebak dan menyulitkan pemadaman darat.
Guna memaksimalkan operasi pemadaman di area-area ekstrem nan susah dijangkau personel, BPBD Jawa Timur menerjunkan pesawat nirawak (drone) pemantau.
"Personel BPBD Jawa Timur mengerahkan drone guna memetakan sebaran titik api nan berada di area susah dijangkau, mulai dari sekitar kaldera hingga tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang," terang Abdul Muhari. (Ant/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·