Ternyata Ini Alasan Isuzu Belum Boyong Truk dan Pikap Listrik ke RI

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren elektrifikasi terus merambah industri otomotif nasional. Namun, mengambil kendaraan listrik di segmen komersial dinilai mempunyai tantangan nan berbeda dibandingkan mobil penumpang lantaran berangkaian langsung dengan aktivitas operasional bisnis.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia mengungkapkan, perusahaan sebenarnya telah mempunyai kendaraan niaga listrik nan sudah dipasarkan di sejumlah negara. Hanya saja, keputusan membawa produk tersebut ke Indonesia tetap berjuntai pada kesiapan ekosistem pendukung, terutama untuk kebutuhan kendaraan niaga nan mempunyai karakter penggunaan berbeda dengan kendaraan pribadi.

"Kalau dari Isuzu sendiri, jika elektrifikasi itu, kita di Isuzu Jepang memang sudah punya produk elektrik terutama untuk Isuzu Elf. Cuma untuk masuk ke Indonesia, di komersial itu kita butuh ekosistem. Penggunaannya juga berbeda dengan passenger, lantaran digunakan untuk angkut barang, operasional, jaraknya jauh dan tidak menentu," kata Communication Management Department Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia Puti Annisa Moeloek di Booth Isuzu GIIAS, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, kendaraan komersial memerlukan kepastian prasarana agar operasional upaya pengguna tidak terganggu. Kondisi tersebut membikin pengembangan kendaraan listrik di sektor niaga memerlukan pendekatan nan berbeda dibandingkan kendaraan penumpang.

Ia menjelaskan, Isuzu tetap memantau perkembangan prasarana kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan juga memandang pengalaman pasar mobil penumpang nan perlahan berkembang seiring bertambahnya akomodasi pengisian daya.

"Jadi mungkin agak seperti ayam dan telur. Tapi kami percaya ini sebuah keniscayaan, suatu saat pasti bakal berkembang. Sama seperti di passenger, awalnya juga tetap ada kesulitan, tetapi makin lama makin berkembang dan makin banyak," ujarnya.

Puti mengatakan, saat prasarana untuk mendukung kendaraan komersial listrik semakin memadai, produk listrik Isuzu berpotensi menjadi salah satu pilihan bagi pelaku upaya di Indonesia.

"Kalau ditanya produknya sudah siap, sudah ada. Di Isuzu Jepang sudah digunakan secara umum di Jepang maupun di Amerika. Tapi jika di Indonesia, kita tunggu infrastrukturnya cukup," kata Puti.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya