Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah korban dalam kejadian ledakan di terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Teesta Stage VI di negara bagian Sikkim, India, terus bertambah. Sedikitnya 10 pekerja dilaporkan tewas, sementara 15 pekerja lainnya dikhawatirkan tetap terjebak di dalam terowongan setelah ledakan nan diduga dipicu kebocoran gas.
Otoritas menyebut kesempatan para pekerja nan tetap terjebak untuk memperkuat hidup semakin mini lantaran tim penyelamat kudu menghadapi kepulan gas berbisa nan memenuhi terowongan.
Dilansir Reuters, ledakan terjadi pada Senin (20/7/2026) di proyek milik perusahaan listrik negara National Hydroelectric Power Corporation Ltd (NHPC) nan berada di Sungai Teesta, Desa Samardung, negara bagian Sikkim di timur laut India.
Pejabat distrik setempat, Subash Ghimirey, mengatakan kejadian tersebut terjadi di letak pembangunan PLTA nan berada di area pegunungan terjal.
Dalam pernyataannya, NHPC mengungkapkan ledakan dipicu oleh semburan gas secara tiba-tiba nan diduga merupakan gas metana nan terperangkap di dalam alias di sela-sela bebatuan terowongan.
Hingga Selasa, (21/7/2026), sedikitnya 15 pekerja tetap diyakini berada di dalam terowongan.
Pejabat Badan Penanggulangan Bencana Negara Bagian Sikkim, Rajiv Roka, mengatakan kesempatan mereka untuk selamat sangat mini mengingat kondisi di dalam terowongan.
"Peluang mereka untuk memperkuat hidup sangat tipis," kata Roka.
Ia menjelaskan operasi pengamanan berjalan sangat susah lantaran tim penyelamat kudu menghadapi gas berbisa nan tetap memenuhi area terowongan.
Menurut NHPC, total terdapat sedikitnya 25 pekerja dan pejabat proyek nan terjebak di dalam terowongan saat ledakan terjadi. Jumlah tersebut sudah termasuk 10 korban tewas nan jenazahnya telah sukses dievakuasi.
Tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi para pekerja nan tetap berada di dalam terowongan.
Foto-foto nan diunggah pemerintah negara bagian Sikkim melalui akun FB resminya memperlihatkan para petugas mengenakan busana pelindung berwarna oranye saat menurunkan tabung oksigen, tali penyelamat, serta beragam perlengkapan darurat lainnya dari kendaraan operasional.
Peralatan tersebut digunakan untuk membantu proses pencarian di dalam terowongan nan dipenuhi asap tebal dan gas beracun.
(luc/luc)
Addsource on Google

14 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·