Terpantau Terlambat Datang ke Istana, Ini Alasan Mentan Amran Sulaiman

1 jam yang lalu 4
Terpantau Terlambat Datang ke Istana, Ini Alasan Mentan Amran Sulaiman Mentan Andi Amran Sulaiman terpantau datang terlambat saat menghadiri rapat terbatas (ratas) berbareng Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.(Dok. Kementan)

MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terpantau datang terlambat saat menghadiri rapat terbatas (ratas) berbareng Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7). Keterlambatan tersebut disebabkan tindakan spontan Amran nan berakhir untuk menolong korban kecelakaan lampau lintas di tengah perjalanan.

Peristiwa tersebut terjadi di area Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.30 WIB. Saat rombongan Mentan melintas, mereka mendapati seorang pengendara sepeda motor tergeletak di tengah jalan akibat kecelakaan. Amran segera turun dari kendaraannya untuk memimpin langsung upaya pemindahan korban.

Dalam video nan beredar di media sosial, Mentan tampak sigap menginstruksikan timnya untuk membawa korban ke rumah sakit menggunakan mobil pengawal. "Bawa ke rumah sakit… bawa ke rumah sakit. Sini sini sini… cepat-cepat," tegas Amran di letak kejadian.

Amran juga meminta seorang pengemudi ojek daring (ojol) nan berada di letak untuk ikut mendampingi korban menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Langkah ini diambil guna memastikan korban mendapatkan penanganan medis segera dan tidak sendirian selama proses perawatan awal.

Aksi kemanusiaan ini menuai apresiasi dari penduduk di lokasi. Pengemudi ojol nan mendampingi korban mengaku terharu dengan tindakan sang menteri. "Aksi Bapak Menteri ini sangat baik sekali. Saya terharu melihatnya. Jarang ada pejabat nan langsung turun tangan seperti ini," ungkapnya.

Usai mengikuti ratas di Istana, Amran memberikan penjelasan kepada awak media mengenai alasannya mendahulukan pertolongan tersebut. Ia menegaskan bahwa nilai kemanusiaan berada di atas segalanya, termasuk urusan protokoler jabatan.

“Tidak ada kedudukan dalam urusan kemanusiaan. Kita semua sama di hadapan Tuhan dan di hadapan sesama manusia," ujar Amran Sulaiman.

Menutup keterangannya, Mentan mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menaati patokan lampau lintas saat berkendara. Ia juga membujuk publik mendoakan agar korban kecelakaan tersebut segera pulih dan dapat kembali berkumpul berbareng keluarga.

Selengkapnya