Tidak Jadi Investor Tunggal BRT Bandung Raya, Dedi Mulyadi Ingin Bangun BRT di Daerah Lain

1 jam yang lalu 3
Tidak Jadi Investor Tunggal BRT Bandung Raya, Dedi Mulyadi Ingin Bangun BRT di Daerah Lain Peresmian pembangunan BRT Bandung Raya, Rabu (22/7/2026), di Bandung.(MI/Bayu Anggoro)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui pihaknya tidak bisa menjadi penanammodal tunggal dalam pembangunan BRT di Bandung Raya. Meski mempunyai potensi untung nan besar, keterbatasan anggaran serta banyaknya wilayah lain nan juga kudu diperhatikan menjadi aspek utama keengganannya tersebut.

Ia menjelaskan, Pemprov Jabar memilih untuk tidak menjadi penanammodal tunggal demi menjaga keadilan alokasi anggaran bagi kabupaten/kota lain di luar Bandung.

"Hari ini kan kita mengerti bahwa anggaran Jawa Barat bukan hanya untuk Kota Bandung, tetapi untuk wilayah se-provinsi Jawa Barat. Nanti jika terfokus semuanya di Kota Bandung, kelak orang Garut enggak kebagian jalan," kata Dedi usai menghadiri peresmian pembangunan prasarana BRT Bandung Raya, Rabu (22/7).

Meski proyek BRT Bandung Raya mempunyai tingkat profitabilitas nan sangat tinggi, Pemprov Jabar memprioritaskan pemerataan pembangunan prasarana nan berkeadilan terlebih dahulu. Dengan begitu, kata dia, keputusan inipun membuka kesempatan bagi pihaknya untuk mengkaji dan menjadi penanammodal pada proyek-proyek pembangunan di wilayah lain, termasuk BRT.

Dedi pun memaparkan sejumlah rencana dalam penataan transportasi publik di beragam wilayah aglomerasi lainnya. Selain pembangunan BRT Bandung Raya, menurutnya area Bogor Raya dan Bekasi Raya pun memerlukan pengembangan prasarana transportasi massal serupa untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi nan tinggi.

"Dengan perkembangannya transportasi publik di pusat kota, nan saya lihat ada dua, ada dua episentrum wilayah, satu wilayah Bandung Raya, nan kedua wilayah Bogor Raya dan Bekasi Raya," kata dia. Menurutnya, area Bodetabek nan berbatasan langsung dengan Ibu Kota Negara mempunyai kepadatan nan luar biasa.

"Kehadiran transportasi massal nan terintegrasi di Bogor Raya dan Bekasi Raya sangat krusial untuk mengurai kemacetan sekaligus melayani tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat," katanya. (BY/E-4)

Selengkapnya