Tidak Terima Kekalahan, Suporter Argentina Bikin Petisi Tuntut Final Piala Dunia Diulang

1 jam yang lalu 3
Tidak Terima Kekalahan, Suporter Argentina Bikin Petisi Tuntut Final Piala Dunia Diulang Ilustrasi(AFP)

KEKALAHAN menyakitkan Argentina dari Spanyol di partai final Piala Dunia memicu gelombang protes keras. Tidak terima gelar juara lepas setelah takluk 1-0 di New Jersey, ribuan suporter Albiceleste melampiaskan kemarahan dengan meluncurkan petisi daring agar laga final diulang.

Dalam pertandingan puncak tersebut, Spanyol tampil sangat dominan hingga memaksa Argentina bermain memperkuat sepanjang 120 menit. Gol tunggal Ferran Torres di masa tambahan waktu (menit ke-106) akhirnya memupus asa Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia.

Selama pertandingan, sang juara memperkuat kandas melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran dan kudu bermain dengan 10 orang usai Enzo Fernandez diganjar kartu merah pada menit ke-93. Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, total meniup peluit 46 kali untuk pelanggaran, di mana 25 di antaranya dilakukan oleh para pemain Argentina. Pertandingan nan melangkah keras berujung pada kericuhan di pengujung laga.

Frustrasi atas hasil akhir, suporter Argentina berjulukan Gisela Sanchez menginisiasi petisi di laman Change.org nan sekarang telah ditandatangani oleh lebih dari 82.000 orang. Petisi tersebut menuntut FIFA untuk membatalkan hasil pertandingan dan menggelar ulang laga final.

"Final baru-baru ini antara Argentina dan Spanyol dicemari oleh wasit nan kontroversial dan korup, menurut bukti video, dibeli untuk memengaruhi hasil pertandingan," tulis Sanchez dalam petisi tersebut.

"Jika kita membiarkan korupsi luput dari perhatian di panggung dunia ini, kita memberikan contoh jelek bagi generasi atlet dan fans di masa depan. Oleh lantaran itu, kami meminta FIFA untuk meninjau kejadian ini dengan serius dan transparan, serta mempertimbangkan untuk mengulang laga final – kali ini tanpa pengaruh wasit nan korup."

Di sisi lain, platform Change.org juga dipadati oleh petisi tandingan dengan skala nan jauh lebih masif. Salah satu petisi nan menuntut agar timnas Argentina dilarang tampil dari seluruh arena Piala Dunia di masa depan apalagi telah mengumpulkan lebih dari 29 juta tanda tangan sebelum ditutup.

Keributan pasca-pertandingan turut disorot tajam oleh beragam pihak. Sejumlah pemain Argentina seperti Leandro Paredes dan Nahuel Molina tertangkap kamera melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain Spanyol usai peluit panjang berbunyi. Buntut dari kejadian memalukan ini, FIFA sekarang resmi membuka investigasi disiplin.

Legenda sepak bola Inggris, Gary Neville, turut mengecam keras perangai skuad didikan Lionel Scaloni tersebut. "Itu sebuah aib," tegas Neville di stasiun televisi ITV. "Saya suka daya kompetitif orang Argentina, berjuang mati-matian, tetapi apa nan terjadi di beberapa pertandingan terakhir ini betul-betul memalukan."

(Mirror/P-4)

Selengkapnya