Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla 4 Hektare Lebih Gambut di Penajam Paser Utara

58 menit yang lalu 2
Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla 4 Hektare Lebih Gambut di Penajam Paser Utara Tim campuran PPU saat padamkan lahan gambut nan terbakar(Dok. BPBD PPU)

TIM Gabungan berjibaku memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) area gambut mencapai 4 hektare di RT. 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) terjadi pada Minggu (9/8) sore, api baru sukses dikuasai sekitar pukul 00.15 Wita.    

TIM Gabungan terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Tim Pammat Satuan Samapta Polres PPU, TNI, Dinas Pertanian, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU dan penduduk setempat.  

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, kepada Media Indonesia, Senin (10/9) membeberkan, laporan kejadian Karhutla itu diterima pihaknya pada Minggu sore sekitar pukul 17.08 Wita, di mana material nan terbakar adalah jenis lahan gambut dengan semak belukar dan pepohonan di atasnya dengan luas Karhutla 4 hektare lebih. 

“Kebakaran itu pertama kali dilaporkan oleh penduduk sekitar lokasi, langsung mendapat respon dari tim gabungan. Namun lantaran nan terbakar adalah gambut maka api semakin membesar dan merembet letak lainnya nan merupakan lahan kosong tidak terdapat pemukiman warga,” bebernya.

Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman dengan mengerahkan satu unit Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres PPU, didukung mobil pemadaman DPKP, mobil tangki air BPBD, satu unit kendaraan Ranger BPBD, serta satu unit mobil suplai air Distan PPU.

Api sulit dipadamkan lantaran material nan terbakar adalah gambut kering sehingga pemadaman kudu dilakukan secara maksimal, dengan mengerahkan puluhan personel serta beberapa mobil tangki termasuk kendaraan.

”Karhutla baru bisa kami kuasai sekitar pukul 00.15 Wita, setelah tim campuran berupaya keras melakukannya pemadaman dengan langkah penyekatan, penyemprotan air dan kemudian pendinginan pada sejumlah titik nan tetap terdapat bara api untuk memastikan kobaran tidak meluas serta mencegah api kembali muncul,” tegasnya.

Sementara itu, lanjutnya, pada Senin pagi hari ini tim campuran tetap mendapati banyak titik asap gambut nan berpotensi menjadi titik api dan tersebar merata di letak Karhutla. Sehingga pihaknya tetap melakukan proses lanjutan pendinginan di letak Karhutla itu menggunakan mobil tangki air dan mesin portable.

Dikatakan, mengenai dengan penyebab terjadi Karhutla, hingga sekarang tetap dalam penyelidikan polisi. Namun diketahui bahwa lahan nan terbakar milik penduduk berjulukan Yunus tinggal di Kelurahan Nenang, Penajam.

Sementara itu, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara ,melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifudin, mengatakan, penanganan Karhutla memerlukan kecepatan, kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak.

Ia mengimbau, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah kondisi cuaca nan panas. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, lantaran api dapat dengan sigap merambat dan menimbulkan akibat nan lebih luas. Apabila menemukan titik api alias kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.

Ditegaskannya, Polres PPU, berbareng seluruh unsur mengenai bakal terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respon sigap terhadap setiap potensi Karhutla guna melindungi masyarakat, lingkungan, serta mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

Syaifudin mengungkapkan, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara penyebab kebakaran tetap dalam proses penyelidikan polisi. Ia juga mengajak, seluruh masyarakat untuk berkedudukan aktif menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah Karhutla. 

“Kepedulian dan kewaspadaan sejak awal menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas serta menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten PPU,” pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya