Tim Gabungan Simulasikan Penanganan Karhutla di Kawasan Inti IKN

2 jam yang lalu 4
ARTICLE AD BOX
Tim Gabungan Simulasikan Penanganan Karhutla di Kawasan Inti IKN im campuran saat memadamkan api di IKN.(Doc OIKN)

TIM campuran beranggotakan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) sejumlah kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI dan Polri, badan usaha, dan masyarakat, Jumat (10/7) siang kemarin, berjibaku bahu membahu menangani musibah kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) nan terjadi di wilayah rimba Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tim campuran berjumlah puluhan personel tersebut akhirnya bisa menguasai api dan mencegah meluasnya kebakaran ke wilayah sekitar. Kesiapan personel dan akomodasi serta didukung koordinasi nan baik di lapangan melangkah efektif sehingga penanganan melangkah tanpa kendal dan kebakaran bisa dikendalikan.

Bencana Karhutla di area IKN oleh tim campuran ini, merupakan bagian dari aktivitas simulasi penanganan Karhutla, guna mengantisipasi potensi musibah akibat musim tandus akibat kejadian El Nino tahun 2026. Kegiatan disaksikan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono para pejabat OIKN dan pejabat mengenai lainnya.

Pada simulasi tersebut diperagakan dua skenario penanganan karhutla, skenario pertama menggambarkan penanganan kebakaran nan terjadi di area rimba kota KIPP IKN. Sementara itu, skenario kedua mensimulasikan penanganan laporan masyarakat nan diterima melalui aplikasi IKNOW.

Melalui aplikasi IKNOW, masyarakat dapat melaporkan indikasi kebakaran dengan menekan fitur panic button nan tersedia pada aplikasi. Laporan tersebut bakal diterima secara real time oleh petugas di Nusantara Command Center sebagai bagian dari early warning system.

Selanjutnya, petugas bakal berkoordinasi dengan polisi kehutanan dan pemadam kebakaran untuk melakukan verifikasi serta penanganan di lokasi.

Selain memanfaatkan sistem pelaporan digital, Otorita IKN juga menggunakan drone thermal untuk membantu mendeteksi titik api secara lebih akurat, terutama di wilayah nan susah dijangkau oleh petugas darat.

Pada kesempatan itu, Basuki Hadimuljono, menerangkan, aktivitas simulasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan sistem penemuan dini, koordinasi lintas sektor, dan respons penanganan di lapangan melangkah secara terpadu. 

Menurutnya, akibat El Nino merupakan kejadian suasana nan terjadi secara siklik dan dapat mempengaruhi pola curah hujan di Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan akibat kekeringan serta kebakaran rimba dan lahan sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

Ia menegaskan, perlindungan area rimba merupakan bagian krusial dari pembangunan Nusantara.

"Kita berada di area khatulistiwa sehingga selalu ada potensi terjadinya kebakaran hutan. Saya mau mengingatkan bahwa kita kudu menjaga alam agar alam juga menjaga kita. Prinsip itu kudu menjadi pedoman kita dalam menjaga area rimba di Nusantara," ujar Basuki.

Dibeberkannya, berasas info pemantauan menunjukkan pada Juni 2026, Kabupaten Kutai Kartanegara nan berada dalam wilayah delineasi IKN mencatat 40 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan (confidence level) menengah dan satu titik dengan tingkat kepercayaan rendah. Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara tidak mencatat adanya titik panas.

Memasuki Juli 2026, jumlah titik panas di Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat sebanyak 44 titik dengan tingkat kepercayaan menengah, satu titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, serta satu titik dengan tingkat kepercayaan rendah. Adapun Kabupaten Penajam Paser Utara tetap mencatat zero hotspot.

Upaya mitigasi karhutla di IKN, lanjutnya, dilakukan melalui kerjasama beragam pihak, mulai dari BPBD provinsi dan kabupaten, BMKG, BASARNAS, TNI/Polri, Kementerian Kehutanan, badan usaha, hingga masyarakat. Otorita IKN juga terus memperkuat keterlibatan masyarakat melalui Desa Tangguh Bencana serta Kelompok Masyarakat Peduli Api sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan awal kebakaran rimba dan lahan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, menuturkan, koordinasi lintas lembaga terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi karhutla selama musim kemarau.

"Kami telah menyiapkan satu tim siaga bencana. Selain itu, kami terus memantau perkembangan titik panas berbareng BMKG dan Kementerian Kehutanan, serta menjaga koordinasi dengan Otorita IKN dalam upaya penanggulangannya," tutup Buyung. (EM)

Selengkapnya