Tim SAR Gabungan melakukan upaya pencarian korban kapal nelayan terbalik di perairan Muara Manggar, Balikpapan.(Doc KPP Balikpapan)
TIM SAR Gabungan terdiri dari Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, BPBD Kota Balikpapan, Satbrimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim), Balawisata Dispora Kota Balikpapan, Babinsa Manggar, Bhabinkamtibmas Manggar, nelayan setempat, serta family korban, hingga sekarang tetap melakukan pencarian terhadap seorang nelayan berjulukan Alan, nan dilaporkan lenyap ketika kapal nelayan nan ditumpanginya terbalik pada Kamis (16/7) malam di perairan Muara Manggar, Kota Balikpapan, Kaltim.
Di kapal nelayan tersebut, selain korban rupanya ditumpangi juga tiga penumpang lainnya sesama nelayan, ialah Ruding, Sofian, dan Sukri, namun saat kejadian ketiganya sukses menyelamatkan diri, sementara korban diduga terseret arus laut dan tenggelam tidak ditemukan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, Jumat (17/7) mengungkapkan, berasas info dari KPP, kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.40 Wita, ketika kapal dengan penumpang empat nelayan itu hendak memasuki Muara Manggar. Kapal sempat mengalami kandas sebelum dihantam gelombang besar hingga akhirnya terbalik.
“Laporan kejadian itu diterima Basarnas Balikpapan pada pukul 20.35 Wita. Dan kemudian tidak lama berselang, tim rescue langsung diberangkatkan menuju letak kejadian dan tiba sekitar pukul 21.25 Wita guna berkoordinasi dengan unsur SAR campuran sekaligus memulai operasi pencarian,” sebutnya.
Dikatakannya, pencarian dilakukan hingga Jumat awal hari sekitar pukul 00.30 Wita, tetapi korban belum sukses ditemukan. Tim kemudian melakukan pertimbangan dan memutuskan melanjutkan operasi pencarian pada Jumat siang ini dengan argumen mempertimbangkan kondisi di lapangan.
"Kami tetap terus mengupayakan pencarian secara maksimal. Namun mengingat jarak pandang pada malam hari sangat terbatas, sehingga penyelenggaraan operasi SAR disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan agar tetap mengutamakan keselamatan personel," tegas Endrow.
Menurutnya, operasi pencarian kembali dilanjutkan pada hari kedua dengan penyisiran di sekitar letak kejadian dan area nan diperkirakan menjadi titik hanyut korban berasas kondisi arus serta cuaca.
Ia membeberkan, di operasi tersebut, tim mengerahkan beragam peralatan, seperti Rescue Car Type II, Rubber Boat, Rigid Buoyancy Boat (RBB), peralatan SAR air, peralatan selam, perangkat komunikasi, hingga peralatan medis untuk mendukung proses pencarian korban nan tetap hilang.
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya para nelayan, agar lebih waspada saat beraktivitas di laut lantaran kondisi cuaca di wilayah perairan Kalimantan Timur tetap berpotensi memburuk.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Saat ini angin dan gelombang tetap cukup tinggi sehingga berpotensi membahayakan aktivitas di perairan," ujarnya.
Hingga buletin ini diturunkan, upaya pencarian terhadap Alan, terus dilakukan Tim SAR Gabungan dengan angan korban segera ditemukan. (EM)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·