Para personel SAR sedang mengevakuasi jasad korban.(MI/Yoseph Pencawan)
TIM SAR Gabungan menemukan satu korban dalam kondisi meninggal bumi di bawah reruntuhan gedung di Perumahan Grand Polonia, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (21/7) awal hari. Korban ditemukan di tengah puing-puing gedung nan ambruk akibat ledakan nan diduga berasal dari pipa gas tanam.
Penemuan jenazah tersebut terjadi tepat pukul 02.20 WIB setelah tim melakukan pencarian intensif menggunakan sorot lampu senter dan support drone thermal. Lokasi penemuan berada tidak jauh dari titik awal ledakan nan terjadi pada Senin sore sebelumnya.
"Pagi tadi pukul 02.20 satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses lebih lanjut," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, Selasa (21/7).
Hery menjelaskan bahwa penemuan ini menjadi titik terang dalam operasi pengamanan nan berpacu dengan waktu. Saat ini, Tim SAR Gabungan tetap melakukan pencarian secara intensif dengan metode nan disesuaikan dengan kondisi reruntuhan nan tidak stabil.
Kronologi kejadian bermulai saat Basarnas Medan menerima info robohnya gedung pada pukul 18.40 dari personel Brimob Polda Sumut. Menanggapi laporan tersebut, Tim Rescue Basarnas segera dikerahkan dengan membawa peralatan Urban Search and Rescue (USAR).
Sebanyak 15 personel nan tiba di letak langsung berkoordinasi dengan Brimob Polda Sumut, TNI Angkatan Udara, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan. Untuk mempercepat proses evakuasi, personel campuran dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU):
- SRU 1: Mengoperasikan drone thermal untuk mendeteksi suhu tubuh alias keberadaan korban di bawah material bangunan.
- SRU 2: Menyisir area menggunakan metode Area Search Rescue (ASR) sekaligus mengidentifikasi potensi ancaman struktur.
- SRU 3: Bergerak ke titik prioritas menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses bentuk menuju posisi korban.
Berdasarkan info sementara, terdapat tujuh orang nan berada di letak saat ledakan terjadi. Empat orang dinyatakan selamat, termasuk seorang bocah berumur dua tahun berjulukan Jeavelin, seorang pengemudi berjulukan Hasan, dan seorang kurir. Dengan ditemukan satu korban tewas, saat ini tetap ada dua lain yang dalam pencarian dan diduga tetap terjebak di bawah reruntuhan.
Operasi ini melibatkan beragam unsur mulai dari Polda Sumut, TNI AU, Pemkot Medan, hingga relawan. Berbagai perangkat berat dan peralatan unik dikerahkan, seperti crane, rescue truck, peralatan mountaineering, hingga perangkat penerangan untuk mendukung pencarian di malam hari.
Hery menambahkan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama. "Struktur gedung nan ambruk tetap berpotensi bergeser sewaktu-waktu, sehingga tim kudu sangat berhati-hati," pungkasnya.
Hingga buletin ini diturunkan, operasi pencarian tetap berjalan di bawah koordinasi Basarnas Medan untuk menyisir titik-titik nan diduga menjadi letak korban tertimbun. (I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·