Ilustrasi--ebasket tim Bumi Borneo Pontianak Steven Orlando (tengah) berupaya melewati hadangan Pebasket tim Tangerang Hawks Basketball Ardian Ariadi (kiri) dan Keefe Fitrianto (kanan) saat pertandingan Pool C kategori Elite IBL 3x3 Series 1 2022 di kawasa(ANTARA/Fikri Yusuf)
CHEF de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, memberikan suntikan motivasi bagi timnas basket 3x3 putra Indonesia. Saat memantau pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Jakarta pada Selasa (22/7), Todotua menegaskan harapannya agar skuad Merah Putih bisa berbincang banyak di arena olahraga terbesar se-Asia tersebut.
Todotua mematok sasaran awal bagi timnas basket 3x3 putra untuk setidaknya melangkah keluar dari fase grup. Menurutnya, keberhasilan di fase awal bakal menjadi fondasi krusial bagi peningkatan prestasi basket Indonesia di masa depan.
"Kalau sasaran dari mereka diupayakan bisa lolos grup di Asian Games 2026, sehingga bisa lebih meningkat lagi prestasi ke depan," ujar Todotua kepada awak media.
Terinspirasi Kesuksesan Sektor Putri
Optimisme Todotua bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada keberhasilan sektor putri nan sebelumnya sukses menyabet lencana emas SEA Games 2025. Catatan impresif tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat bagi tim putra untuk menancapkan prestasi serupa di level Asia.
"Tentunya di Asian Games mereka juga mempunyai kesiapan untuk bisa menyumbangkan medali," tambahnya setelah meninjau langsung 12 atlet nan tengah digembleng dalam pelatnas.
Data Persiapan Timnas Basket 3x3 Putra Indonesia:
| Jumlah Atlet Pelatnas | 12 Pemain |
| Lokasi Asian Games 2026 | Jepang |
| Target Utama | Lolos Fase Grup & Raih Medali |
| Fokus Latihan | Strategi, Akurasi Tembakan, Fisik (Speed & Endurance) |
Antisipasi Keunggulan Fisik Lawan
Di sisi lain, penggawa timnas basket 3x3 putra, Halmaheranno Aprianto, mengakui bahwa tantangan di Jepang kelak tidaklah mudah. Ia menyoroti kelebihan bentuk pemain dari negara-negara pesaing di Asia nan seringkali menjadi hambatan bagi tim Indonesia.
Untuk menyiasati perihal tersebut, tim pembimbing dan pemain konsentrasi pada penguatan kolektivitas dan aspek teknis nan lebih spesifik. Halmaheranno menjelaskan bahwa setiap perseorangan diarahkan untuk mempertajam keahlian masing-masing guna mendukung rencana permainan besar tim.
"Kami mengantisipasinya dengan permainan tim nan lebih solid, terus melatih kelincahan, kecepatan, dan daya tahan tubuh nan lebih ditingkatkan lagi," pungkas Halmaheranno. (Ant/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·