ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, pemerintah bakal menyediakan insentif pajak unik dalam Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).
Meski belum bisa mengungkapkan deretan insentif nan disiapkan lantaran RUU PFII tetap dibahas antara pemerintah dan DPR, Purbaya memberikan sinyal gelontoran insentif ini bakal serupa dengan PFII alias International Financial Center nan ada di negara lain.
Ia mencontohkan, rumusan insentif perpajakan ini bakal merujuk pada praktik di Uni Emirat Arab, tepatnya di Abu Dhabi Global Market (ADGM).
"Yang jelas insentif pajak lah, tapi kelak kita lihat di luar negeri seperti apa, salah satunya Abu Dhabi kan, dan Singapura kan sejenis itu," kata Purbaya di area Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Purbaya mengatakan, ADGM menjadi lebih sesuai dengan rancangan PFII lantaran luas wilayahnya spesifik di wilayah tertentu, tidak satu negara seperti di Singapura nan dikelola di bawah Monetary Authority of Singapore.
Di Uni Emirat Arab, juga ada Dubai International Financial Centre (DIFC) nan menawarkan insentif pajak berupa tarif pajak perusahaan hingga 0% atas pendapatan tertentu.
"Kita cari contoh di negara-negara nan enclave mini seperti Dubai dan pusat finansial lain," ujarnya.
"Kita enggak bakal contoh Singapura, dia kan satu negara, jika Abu Dhabi kan enclave mini 100 km per segi," papar Purbaya.
(arj/arj)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·