Kebakaran di TPA Cipayung(MI/Kisar Rajagukguk)
KEBAKARAN dahsyat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, pada Kamis (16/7/2026) malam. Kobaran api nan meluas di area gunungan sampah tersebut memicu kepulan asap hitam pekat ke udara dan memaksa petugas melakukan pemindahan besar-besaran terhadap penduduk sekitar.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Deni Romulo Hutauruk, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 22.36 WIB. Api terpantau membakar area nan cukup luas di wilayah RT 003 RW 07, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung.
Meski api sempat susah dijangkau lantaran posisi titik api berada di atas gunungan sampah, Deni memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. "Korban jiwa dan korban luka-luka nihil. Seluruh petugas serta penduduk di sekitar letak dipastikan dalam keadaan selamat," ujar Deni.
Evakuasi Warga dan Kendala Lapangan
Sebagai langkah antisipasi, petugas mengevakuasi sekitar 1.000 penduduk nan tinggal di dekat letak kejadian ke tempat nan lebih aman. Hal ini dilakukan mengingat posisi api nan sempat menakut-nakuti pemukiman penduduk dan nyaris melumat dua truk pengangkut sampah nan terparkir di area tumpukan sampah.
Proses pemadaman sempat terkendala oleh minimnya pasokan air akibat musim kemarau. Petugas di lapangan kudu memutar otak dengan mencari sumber air pengganti agar api tidak terus merembet.
"Kami terpaksa memanfaatkan air dari sungai, selokan, kolam renang, alias waduk terdekat dengan menggunakan selang hisap (suction hose) nan dilengkapi saringan," jelas Deni. Selain itu, armada tambahan dari pos terdekat juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan.
Data Insiden Kebakaran TPA Cipayung
| Waktu Kejadian | Kamis, 16 Juli 2026, Pukul 22.36 WIB |
| Lokasi | RT 003 RW 07, Kelurahan Cipayung, Depok |
| Jumlah Evakuasi | Sekitar 1.000 Warga |
| Korban Jiwa/Luka | Nihil |
| Dugaan Penyebab | Akumulasi gas metana, cuaca panas, alias kelalaian |
Penyebab dan Proses Pendinginan
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran tetap dalam penyelidikan pihak kepolisian dan DPKP. Namun, dugaan awal mengarah pada akumulasi gas metana di bawah tumpukan sampah nan dipicu oleh cuaca panas ekstrem.
Meskipun api utama telah sukses dipadamkan, petugas tetap disiagakan di letak untuk melakukan proses pendinginan alias pembasahan. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada sisa bara api di lapisan bawah sampah nan berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Petugas tetap disiagakan untuk mencegah munculnya kembali titik api setelah peristiwa kebakaran nan melanda tumpukan sampah pada Kamis malam," pungkas Deni. (Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·