Ilustrasi(Dok Ist)
Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menegaskan komitmennya untuk melakukan langkah kaji ulang dan pembaruan dalam tata kelola organisasi.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ari Sutrisno, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) periode 2018-2020, pasca-resmi diamanahkan sebagai Wakil Ketua Umum DPP AMPI nan baru.
Ari menegaskan bahwa eksistensi AMPI sebagai wadah pemuda tidak boleh terjebak pada aktivitas seremonial semata. Menurutnya, dinamika era menuntut organisasi kepemudaan untuk tampil lebih transformatif, adaptif, serta responsif terhadap kebutuhan riil generasi muda.
"AMPI lahir dari sejarah panjang pembaruan. Sebagai pengurus nan diberikan amanah baru, kami berkeinginan menjadikan langkah revitalisasi ini bukan sekadar jargon, melainkan aktivitas transformatif. AMPI kudu kembali menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemuda-pemudi berakibat di beragam sektor," ujar Ari dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Lebih lanjut, Ari menekankan pentingnya kerjasama lintas lini di internal organisasi. Ia optimistis bahwa dengan soliditas pengurus dan komitmen bersama, AMPI bisa memosisikan diri sebagai pionir aktivitas pemuda nan inklusif dan solutif.
"Revitalisasi ini adalah kewenangan dari Ketua Umum AMPI dan merupakan kerja kolektif. Kami membujuk seluruh jejeran pengurus, kader di seluruh Indonesia, dan komponen kepemudaan untuk merapatkan barisan. Saatnya kita ubah narasi menjadi karya nyata untuk Indonesia," pungkasnya.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·