Trump Ancam Balas Iran Usai Korban Jiwa AS Bertambah, Pezeshkian: Ini Perang Skala Penuh

1 hari yang lalu 4
 Ini Perang Skala Penuh Konflik Timur Tengah kian memanas. Trump beri peringatan keras usai 17 prajurit AS tewas, sementara Iran dan golongan Houthi perluas eskalasi perang.(White House)

ESKALASI bentrok di Timur Tengah kian tidak terkendali. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan peringatan keras kepada Teheran bahwa Iran bakal bayar "berkali-kali lipat" atas setiap prajurit AS nan tewas, di tengah pernyataan pemimpin Iran nan menyebut situasi sekarang telah berubah menjadi perang skala penuh.

Pernyataan tegas Trump disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social pascatewasnya tiga prajurit AS tambahan. Insiden tersebut menambah akumulasi korban jiwa militer Amerika menjadi 17 orang sejak bentrok pecah, sementara Pentagon mencatat nyaris 100 personel militer lainnya mengalami luka-luka.

"Setiap kali Iran membunuh seorang Prajurit Amerika, mereka bakal bayar pembunuhan itu acapkali lipat! Arahan ini telah disampaikan kepada Sekretaris Perang Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Daniel Caine, dan setiap Pemimpin di Militer," tegas Trump.

Menanggapi situasi nan kian menggelegar, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan konfrontasi dengan pihak Washington sekarang telah memasuki fase baru nan sangat krusial.

"Kenyataannya adalah hari ini Republik Islam Iran sedang terlibat dalam perang skala penuh," ujar Pezeshkian.

Sebagai respons atas gugurnya prajurit mereka, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang serangan baru ke wilayah Iran. Serangan ini dirancang unik untuk melemahkan keahlian militer Teheran nan kerap menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Ancam Stabilitas Ekonomi Global dan Pasokan Minyak

Konflik ini kian meluas setelah golongan pemberontak Houthi di Yaman, sekutu Teheran, menakut-nakuti bakal memblokade pelabuhan-pelabuhan milik Arab Saudi. Langkah ekstrem ini menakut-nakuti jalur ekspor minyak Riyadh nan selama ini mengandalkan Pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk menghindari titik panas Selat Hormuz.

Sebelumnya, Arab Saudi dan Houthi sempat saling tembak pekan lampau untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, nan menakut-nakuti kesepakatan gencatan senjata tahun 2022. Pemerintah Arab Saudi mengecam keras ancaman dari golongan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah sah Yaman.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyatakan telah menggempur sejumlah titik di Bahrain, Yordania, dan Suriah menggunakan rudal dan nirawak (drone). Pihak militer Yordania melaporkan sukses menembak jatuh tiga rudal Iran tanpa ada korban jiwa maupun kerusakan. Kuwait dan Bahrain turut melaporkan serangan serupa dari wilayah Iran.

Perang di area ini kembali meletus setelah runtuhnya gencatan senjata bulan April dan kesepakatan kerangka kerja bulan Juni. Imbas dari tindakan saling blokade pelabuhan dan penutupan jalur vital Selat Hormuz, nan dalam kondisi normal dilalui seperlima pasokan minyak dunia, nilai minyak dunia dilaporkan sempat melonjak tajam.

Di tengah memanasnya kontak senjata di lapangan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan bahwa saluran diplomasi tidak sepenuhnya terputus. Komunikasi dengan Amerika Serikat tetap terus melangkah melalui pihak ketiga.

"Gagasan-gagasan telah disampaikan kepada kami oleh mediator tertentu," ungkap Baqaei. (BBC/Z-2)

Selengkapnya