Trump dan PM Inggris Andy Burnham Bahas Selat Hormuz hingga Laut Utara

18 jam yang lalu 2
Trump dan PM Inggris Andy Burnham Bahas Selat Hormuz hingga Laut Utara Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.(Anadolu Agency/Wiktor Szymanowicz )

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan telepon perdana dengan Perdana Menteri Inggris Raya nan baru dilantik, Andy Burnham, pada Senin (20/7). Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas beragam rumor strategis mulai dari sektor daya hingga keamanan maritim global.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa obrolan tersebut mencakup topik mengenai minyak di Laut Utara, perdagangan, aliansi militer, serta upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Trump memberikan apresiasi positif terhadap komunikasi awal ini.

"Perdana Menteri mempunyai tugas besar di hadapannya, tetapi dia bakal bisa melakukannya dan, tentu saja, AS bakal siap membantu! Pembicaraan itu menarik dan berjalan dengan sangat baik," tulis Trump.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk berjumpa dalam waktu dekat guna membahas isu-isu nan menjadi kepentingan berbareng bagi kedua negara sekutu tersebut.

Komitmen Keamanan dan Agenda Internasional

Kantor Perdana Menteri Inggris mengonfirmasi bahwa panggilan telepon internasional pertama Burnham dilakukan kepada Trump. Dalam kesempatan itu, Burnham memulai pembicaraan dengan mengucapkan selamat kepada Trump atas keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA.

Pernyataan resmi dari instansi PM Inggris menyebut bahwa Burnham menguraikan komitmen Inggris untuk mengamankan pergerakan kapal di Selat Hormuz. Selain itu, dia menegaskan kembali peran Inggris dalam memberikan keamanan bagi sekutu-sekutunya serta memaparkan agenda politik pemerintahannya.

Burnham juga secara resmi mengundang Trump untuk menghadiri KTT G20 nan dijadwalkan berjalan tahun depan di Manchester. Setelah berbincang dengan Trump, Burnham dilaporkan langsung melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina, Vladimir Zelenskyy.

Era Baru Kepemimpinan Inggris

Andy Burnham, pemimpin Partai Buruh berumur 56 tahun, resmi menjabat sebagai Perdana Menteri ketujuh Inggris dalam satu dasawarsa terakhir. Ia dilantik oleh Raja Charles III pada Senin (20/7) setelah menerima pengunduran diri Keir Starmer nan menjabat selama sekitar dua tahun.

Burnham sekarang menghadapi tantangan besar untuk memulihkan stabilitas politik di tengah krisis support terhadap partainya. Dalam pidato awalnya, dia berjanji bakal memperbaiki jasa publik, termasuk sistem perairan, serta mendorong desentralisasi kekuasaan.

Di kancah internasional, Burnham diharapkan tetap mempertahankan komitmen Inggris terhadap NATO dan terus memberikan support bagi Ukraina di tengah invasi Rusia nan sekarang memasuki tahun kelima. Transisi kepemimpinan ini menandai perubahan pemerintahan nan signifikan setelah Partai Buruh memenangkan pemilu 2024, mengakhiri kekuasaan pemerintahan sebelumnya selama 14 tahun. (Sputnik/RIA Novosti/I-1)

Selengkapnya