Trump Geram Kebocoran Menipisnya Stok Senjata AS Buat Posisi Hadapi Iran Lemah

1 jam yang lalu 3
Trump Geram Kebocoran Menipisnya Stok Senjata AS Buat Posisi Hadapi Iran Lemah Donald Trump marah besar atas bocornya info kesiapan amunisi AS nan menipis di tengah meningkatnya ketegangan dan bentrok dengan Iran.(White House)

PRESIDEN Donald Trump mengeluhkan beredarnya laporan mengenai menipisnya persediaan amunisi Amerika Serikat (AS). Trump menilai kebocoran info tersebut membikin AS terlihat lemah di saat nan sangat krusial, di tengah ancaman tindakan militer berulang terhadap Iran demi memicu kesepakatan baru.

Frustrasi Trump memuncak dalam rapat kabinet di Camp David pekan lalu. Para pejabat senior menegaskan Trump sebenarnya telah menyadari potensi masalah amunisi ini selama bertahun-tahun. Namun, dia marah besar lantaran info tersebut terekspos ke publik saat dia berupaya menunjukkan posisi nan kuat.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menegaskan AS tetap mempunyai jumlah amunisi nan sangat besar dan perusahaan pertahanan sedang membangun pabrik secara masif. Meski begitu, dia secara tersirat mengakui adanya keterbatasan persediaan amunisi canggih tertentu, sembari menakut-nakuti balasan penjara jangka panjang bagi pihak nan membocorkan info tersebut.

"AS mempunyai amunisi dalam jumlah nan sangat besar, terutama jenis-jenis tertentu," tulis Trump.

Kebocoran Amunisi dan Kekhawatiran Sekutu

Pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kemarahan Trump diarahkan kepada para pembocor info (leakers), bukan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Trump apalagi telah menugaskan Departemen Kehakiman untuk melacak perseorangan nan dia sebut "pengkhianat" di internal pemerintahannya.

Laporan inventaris terbaru mengungkapkan militer AS telah menguras nyaris empat perlima persediaan rudal THAAD dan sekitar separuh pencegat Patriot sejak bentrok dimulai.

Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam tidak hanya bagi pejabat AS, tetapi juga para pemimpin di area Teluk. Negara-negara nan mengandalkan sistem pertahanan udara AS tersebut cemas keterbatasan amunisi dapat mengganggu keahlian mereka menghalau potensi serangan jawaban Iran terhadap akomodasi daya dan desalinasi.

Gedung Putih memperkirakan bocoran info ini berasal dari pejabat internal nan menolak perang (anti-war) demi mendesak Trump menarik AS keluar dari konflik. Isu keterbatasan amunisi ini pula nan menjadi pertimbangan utama hingga Trump membatalkan rencana serangan baru ke Iran akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Trump sempat menyalahkan pemerintahan terdahulu atas penurunan stok amunisi AS. "Kami punya banyak. Jujur saja saya mau lebih banyak lagi, tapi begitu banyak nan diberikan ke Ukraina oleh Biden," ujar Trump kepada wartawan di atas Air Force One.

Guna mengatasi persoalan ini, Trump telah mengaktifkan Undang-Undang Produksi Pertahanan (Defense Production Act) serta mendesak para CEO perusahaan pertahanan terkemuka seperti Lockheed Martin untuk memacu produksi. Kendati demikian, langkah tersebut diperkirakan memerlukan waktu bertahun-tahun dan tidak bisa memberikan solusi secara instan. (CNN/Z-2)

Selengkapnya