Trump Klaim Iran Minta Berunding

1 jam yang lalu 3
Trump Klaim Iran Minta Berunding Presiden AS Donald Trump.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran menunjukkan komitmen terkuatnya sejauh ini dalam negosiasi dengan AS, tetapi dia belum memutuskan apakah bakal melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap negara tersebut.

"Kami sedang berbincang dengan mereka saat ini. Saya rasa mereka semakin serius seiring berjalannya waktu, mungkin lantaran argumen nan jelas. Menurut saya, mereka serius. Menurut saya, mereka jauh lebih serius daripada nan pernah kita lihat sebelumnya, tetapi itu tidak berfaedah kami bakal sampai ke sana. Kita lihat saja kelak apa nan bakal terjadi," kata Trump kepada para wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., Jumat (24/7).

Terkait keputusan untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, Trump menjawab belum mempertimbangkan perihal itu. "Kami bisa meningkatkan eskalasi ke tingkat nan jauh lebih tinggi jika kami mau, kami siap melakukannya. Kami sudah siap tempur dan siap bertindak. Ada dua cara. Menurut saya, itu langkah nan lebih cerdas, tetapi nan lain mungkin langkah nan lebih mudah," tambah Trump merujuk pada diplomasi dan tindakan militer.

Sementara itu, soal keterlibatan Utusan Khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu sekaligus penasihatnya, dalam pembicaraan dengan Iran, Trump mengatakan semua orang, termasuk Wakil Presiden J.D. Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, turut terlibat.

"Ini masalah besar. Mereka (Iran) tidak boleh mempunyai senjata nuklir. Terlepas dari apa nan dikatakan semua orang tentang pemilu, saya tidak terburu-buru. Kami kudu melakukannya dengan benar," tambah Trump nan merujuk pada pemilu sela AS di musim gugur ini.

Baca juga: Trump bantah rumor Rusia, China pasok senjata ke Iran

Para mahir strategi Partai Republik mengaku cemas perang dengan Iran nan dinilai tidak terkenal itu bakal membikin partainya kehilangan bangku di kedua majelis Kongres AS.

Trump sendiri tidak masuk dalam daftar calon pada pemilu sela November nanti. Namun, jika Partai Demokrat sukses merebut satu alias kedua majelis Kongres, maka perihal itu dapat mempersulit pemerintahan Trump dalam dua tahun terakhir masa jabatannya.

AS telah melancarkan serangkaian serangan di beragam wilayah Iran sejak pekan lalu, sebagai respons atas apa nan diklaim sebagai serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Iran pun merespons dengan menyerang akomodasi dan pangkalan nan digunakan militer AS di sejumlah negara di kawasan. Saling serang antara kedua negara terus bersambung meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani kerangka kesepakatan. Kesepakatan nan dimediasi Pakistan pada Juni lampau itu bermaksud mengakhiri perang sejak Februari lampau dan membuka jalan bagi perjanjian tenteram lebih permanen. (Ant/P-3)

Selengkapnya