ARTICLE AD BOX
Ilustrasi(Dok AFP)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi memberi tahu Kongres bahwa Washington kembali melanjutkan operasi militer terhadap Iran. Keputusan itu diambil setelah Teheran dituduh menyerang kapal-kapal jual beli di Selat Hormuz meski kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman untuk meredakan konflik.
Dalam surat itu, Trump menyebut operasi militer dimulai pada 7 Juli setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) diduga menyerang sejumlah kapal jual beli berbendera netral nan melintasi Selat Hormuz.
"Terlepas dari komitmen ini, Iran kembali menyerang beberapa kapal jual beli berbendera netral nan melintasi Selat Hormuz antara tanggal 6-7 Juli 2026," tulis Trump dilansir Anadolu, Selasa (14/7).
Di sisi lain, Iran menyatakan kapal-kapal tersebut menjadi sasaran lantaran dianggap melanggar patokan pelayaran dan mengabaikan peringatan nan telah diberikan.
Teheran juga menegaskan bahwa pengaturan lampau lintas di Selat Hormuz berada di bawah kewenangannya sesuai nota kesepahaman (MoU) nan disepakati kedua negara pada Juni lalu.
Trump juga menyinggung isi MoU tersebut dalam suratnya. Ia menyatakan Iran mempunyai tanggungjawab untuk menggunakan upaya terbaiknya dalam menjamin jalur pelayaran nan kondusif bagi kapal-kapal jual beli dari Teluk Persia menuju Laut Oman.
Karena menilai Iran telah melanggar komitmen itu, Washington memutuskan melakukan serangan terhadap sejumlah sasaran militer di Iran.
"Pasukan darat Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan ini," ujar Trump.
Menurut Trump, operasi tersebut dilakukan secara terbatas, terukur, dan telah direncanakan dengan mempertimbangkan upaya meminimalkan korban sipil.
Meski demikian, dia menegaskan militer Amerika Serikat tetap berada dalam posisi siap andaikan diperlukan langkah lanjutan.
Sebelumnya, Trump juga mengumumkan pemberlakuan kembali kebijakan nan disebut sebagai blokade Iran serta mengusulkan pungutan sebesar 20% terhadap kapal nan melintasi Selat Hormuz sebagai kompensasi atas perlindungan keamanan nan diberikan Amerika Serikat.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) kemudian mengonfirmasi bahwa blokade terhadap kapal-kapal nan berlayar menuju alias berasal dari pelabuhan Iran bakal kembali diberlakukan mulai Selasa.
Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran.
Situasi ini terjadi meskipun kedua negara sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman nan berisi komitmen menghentikan permusuhan dan melanjutkan perundingan damai.
Namun, proses negosiasi tetap menghadapi beragam hambatan, terutama mengenai pembahasan masa depan program nuklir Iran nan hingga sekarang belum mencapai titik temu. (Anadolu/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·