UEFA Tuding FIFA Memperkaya Diri dan Kroni

50 menit yang lalu 3
UEFA Tuding FIFA Memperkaya Diri dan Kroni Ilustrasi(Dok AFP)

KETEGANGAN antara UEFA dan FIFA semakin memanas setelah Presiden FIFA Gianni Infantino menetapkan tenggat hingga 19 September 2026 bagi 211 federasi personil untuk menyetujui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). UEFA kembali memberi respons keras.

UEFA menilai skema tersebut bukan sekadar restrukturisasi upaya melainkan upaya menjadikan sepak bola sebagai perangkat memperkaya segelintir pihak. Dalam pernyataan resminya, UEFA mengecam keras langkah FIFA nan menawarkan biaya besar kepada federasi personil jika mendukung proposal tersebut. 

Menurut konfederasi sepak bola Eropa itu, sistem nan diterapkan FIFA menunjukkan adanya tekanan kepada para personil agar menerima rencana tersebut.

"Kami mengetahui FIFA memberikan tenggat kepada asosiasi personil untuk mendukung proposal mereka alias kehilangan tawaran pembayaran satu kali. Itu sudah menjelaskan segalanya tentang rencana ini," demikian pernyataan resmi UEFA.

"Setelah berbincang dengan banyak pemangku kepentingan di bumi sepak bola, UEFA mengetahui ada penolakan nan signifikan dan terus berkembang terhadap skema FIFA. FIFA tidak boleh terus menggunakan olahraga ini untuk memperkaya diri mereka sendiri dan teman-teman mereka" lanjut pernyataan tersebut.

Polemik mencuat setelah FIFA mengumumkan rencana membentuk perusahaan komersial baru berjulukan FIFA Forward Enterprise (FFE) nan bakal mengelola kewenangan komersial beragam turnamen, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

Melalui surat nan dikirim kepada seluruh federasi anggota, Infantino meminta support terhadap pembentukan perusahaan nan sahamnya nantinya bakal dimiliki penanammodal swasta. FIFA menyebut bakal tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas.

Jika proposal memperoleh persetujuan, Infantino berjanji FIFA bakal menggelontorkan paket pendanaan senilai US$10 miliar mulai 1 Januari 2027. Setiap asosiasi personil berkesempatan memperoleh hingga US$40 juta.

Sebaliknya, jika kebanyakan federasi menolak skema tersebut, FIFA hanya bakal melanjutkan program pengembangan FIFA Forward nan telah ada dengan nilai total sekitar US$2,7 miliar.

Rencana tersebut sebelumnya memicu gelombang kritik lantaran dianggap tidak transparan dan dikhawatirkan membuka jalan bagi penanammodal swasta untuk mengendalikan kejuaraan paling bergengsi milik FIFA.

Skema FFE diketahui mendapat support dari Thrive Capital, perusahaan investasi nan dipimpin Joshua Kushner, adik Jared Kushner nan merupakan menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (E-4)

Selengkapnya