Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang serangan drone Ukraina menewaskan tujuh pekerja penyimpanan Rusia dan melukai puluhan lainnya, sementara serangan lain memicu kebakaran di depot minyak di wilayah ibu kota nan lebih luas. Hal ini diungkapkan gubernur regional pada hari Sabtu.
Mengutip CNBC, Gubernur Evgeniy Pervyshov mengatakan 25 orang terluka setelah drone Ukraina menghantam penyimpanan milik Wildberries, pengecer online terbesar Rusia, di kota Kotovsk di wilayah Tambov, sekitar 475 kilometer (295 mil) tenggara Moskow.
"Tujuh orang nan bekerja shift malam tewas di tempat," tulis Pervyshov di Telegram, dikutip dari CNBC International, Sabtu (18/7/2206).
Ia menambahkan bahwa 28 drone juga ditembak jatuh saat mendekat.
"Jika mereka mencapai tujuan mereka, jumlah korban sipil bisa jauh lebih tinggi," katanya.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Kyiv telah menyerang dua akomodasi logistik nan digunakan Rusia untuk memasok komponen untuk produksi drone dan peralatan navigasi. Sebuah akomodasi minyak juga terkena serangan, tulis Zelenskyy di X.
Gubernur wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengatakan 24 orang terluka setelah serangan drone terhadap penyimpanan Wildberries lainnya di Elektrostal, sebuah kota di timur Moskow.
Pendiri dan CEO Wildberries, Tatyana Kim, mengatakan itu adalah "malam nan mengerikan" bagi Rusia dan perusahaan, menyampaikan belasungkawa kepada family korban.
Di kota Noginsk, juga di wilayah Moskow, puing-puing drone nan bertumbangan menyebabkan kebakaran di sebuah depot minyak, kata Vorobyov.
Ia tidak merinci kerusakan pada akomodasi tersebut, tetapi mengatakan dua orang terluka di Noginsk dan sebuah rumah sakit bersalin di dekatnya telah dievakuasi.
(dce)
Addsource on Google

3 hari yang lalu
10







English (US) ·
Indonesian (ID) ·