ilustrasi(ISS)
NAMA hidangan kuliner terkenal "Dim-sum" sekarang resmi masuk ke dalam daftar nama angin besar topan di area Asia-Pasifik. Nama unik tersebut menjadi salah satu dari sembilan nama baru nan disetujui oleh Komite Topan, sebuah badan nan didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).
Sesuai tradisi, nama siklon tropis di area ini umumnya didaur ulang secara berkala. Namun, nama baru bakal dimasukkan untuk menggantikan nama angin besar lama nan ditarik akibat menyebabkan jatuhnya korban jiwa secara serius alias kerugian ekonomi nan besar.
"Dim-sum" merupakan usulan dari Hong Kong untuk memperbarui daftar nama siklon tropis di wilayah Pasifik Utara Barat dan Laut China Selatan pada tahun 2026. Nama ini diambil dari hasil jajak pendapat publik pada 2023 nan diadakan oleh Observatorium Hong Kong. Dalam pemungutan bunyi nan diikuti lebih dari 20.000 orang tersebut, "Dim-sum" berada di ranking keempat, sementara "milktea" menduduki posisi puncak.
Daftar resmi Komite Topan sendiri mencakup total 140 nama. Sejak tahun 2000, sebanyak 14 negara personil masing-masing menyumbangkan 10 nama nan diangkat dari bahasa serta budaya lokal setempat, seperti nama hewan, tumbuhan, tokoh sejarah, hingga makanan. Langkah ini bermaksud meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman siklon melalui istilah nan mudah dikenali.
Sebelum sistem ini berlaku, nama angin besar di area Pasifik menggunakan nama-nama berkata Inggris, sebuah tradisi nan dimulai sejak Perang Dunia II ketika para meteorolog militer Amerika Serikat menamai angin besar sesuai nama istri alias kekasih mereka.
Selain "Dim-sum", ada delapan nama baru lain nan turut disetujui untuk menggantikan nama-nama angin besar nan telah ditarik:
- Korea Utara: "Gaeguri" (katak)
- Vietnam: "Hoaban" (bunga unik pegunungan barat laut Vietnam)
- Mikronesia: "Tirou" (sapaan hormat dalam budaya Chuuk)
- Jepang: "Hebi" (ular) dan "Tomo" (burung camar)
- Kamboja: "Koki" (sejenis pohon besar)
- Korea Selatan: "Narae" (sayap burung alias serangga)
- Thailand: "Burapha" (Timur)
Proses pengajuan nama angin besar ini cukup ketat. Nama nan diusulkan tidak boleh mengandung unsur tidak sopan, mempunyai konotasi negatif dalam bahasa lain, alias menggunakan nama tokoh publik. (The Guardian/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·