Ribuan demonstran berantem dengan polisi di luar Senat Argentina saat menolak RUU Hak Milik Swasta rancangan Javier Milei. Simak selengkapnya.(AFP)
RIBUAN orang menerjang cuaca jelek untuk menggelar tindakan demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Milik Swasta nan kontroversial di luar gedung Senat Argentina. Aksi nan diwarnai bentrok dengan abdi negara kepolisian tersebut berjalan saat Senat tengah memperdebatkan izin tersebut.
Jelang akhir demonstrasi, kericuhan pecah di area Congress Square. Massa pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu dan beragam proyektil, nan dibalas abdi negara keamanan menggunakan gas air mata, peluru karet, serta semprotan water cannon.
Massa nan dimobilisasi oleh aktivitas sayap kiri dan serikat pekerja tersebut tetap melakukan tindakan protes meski pemerintah sebelumnya telah memberikan konsesi. Pemerintah sepakat menghapus satu pasal nan mempermudah pihak alias entitas asing membeli lahan di Argentina.
Dalam tindakan tersebut, para demonstran membawa bendera Argentina dan membentangkan spanduk bertuliskan "Tanah Air Tidak Untuk Dijual".
RUU "Inviolability of Private Property" (Ketidakberlakuan Pelanggaran Hak Milik Swasta) dirancang untuk mengubah patokan kepemilikan properti di Argentina. Poin utamanya meliputi penyederhanaan prosedur penggusuran, perubahan patokan penggunaan lahan pedesaan, serta memperketat syarat bagi negara untuk mengambil alih kepemilikan swasta.
Pemerintahan Presiden Javier Milei nan berpatokan libertarian menganggap RUU ini krusial untuk menyediakan kerangka norma nan bisa menarik investasi asing.
Sebaliknya, golongan oposisi dan aktivis lingkungan menolak keras RUU tersebut. Mereka mengecam adanya akibat "kolonisasi, fragmentasi, perpecahan, dan balkanisasi tanah air."
Hanya mempunyai 20 dari 72 bangku di Senat, partai pengusung Milei akhirnya mengalah dan mencabut bab nan mengatur pembelian tanah oleh pihak asing. Aturan awal tersebut rencananya bakal meningkatkan pemisah maksimal kepemilikan lahan oleh pihak asing dari 15 persen menjadi 25 persen.
Laporan tahun 2025 dari Universitas Buenos Aires dan sejumlah peneliti mencatat bahwa nyaris lima persen wilayah Argentina, luas nan setara dengan Negara Inggris, saat ini dikuasai oleh pihak asing. Laporan tersebut juga menyoroti bahwa di beberapa wilayah, persentase kepemilikan asing apalagi telah melampaui pemisah 15 persen, terutama di area nan kaya bakal sumber daya air, mineral, serta mempunyai kelebihan logistik seperti pelabuhan. (AFP/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·