Bendera Iran (kanan) dan Bendera AS (kiri).(X)
MENTERI Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni tidak menyampaikan pesan baru mengenai bentrok Iran-Amerika Serikat selama kunjungannya ke Islamabad, Pakistan, nan berkedudukan sebagai mediator antara Teheran dan Washington. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Iran Ali Zeinivand pada Rabu (22/7).
Sebelumnya, media Qatar Al Jazeera melaporkan bahwa Momeni bakal menyampaikan pesan dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian kepada Pakistan mengenai dimulainya kembali serangan antara Amerika Serikat dan Iran.
“Saya tidak mempunyai info bahwa beliau menyampaikan pesan resmi alias pesan baru apa pun. Pesan baru kami hanyalah bahwa pihak musuh telah melanggar memorandum dan kudu mematuhinya,” kata Zeinivand dalam konvensi pers, seperti dikutip Farda News.
Ia menambahkan bahwa Iran dan Amerika Serikat saat ini tidak sedang melakukan negosiasi perundingan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pertukaran pesan antara kedua pihak. Menurutnya, Kementerian Luar Negeri Iran merupakan pihak nan berkuasa memberikan komentar mengenai rumor tersebut.
Momeni mengunjungi Pakistan pekan ini dan berjumpa Perdana Menteri Shehbaz Sharif serta Panglima Angkatan Darat Jenderal Asim Munir, nan sebelumnya berkedudukan memfasilitasi gencatan senjata nan sekarang telah berhujung antara Teheran dan Washington.
Sejak 8 Juli, pasukan Amerika Serikat telah melancarkan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal jual beli nan melintasi Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara Timur Tengah. Lalu pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·