Pembalap Moto3 Veda Ega Pratama dikerumuni fans nan meminta tanda tangan dalam aktivitas Homecoming Tour Local Heroes Indonesia bertema "Indonesia Mendunia" nan diselenggarakan Pertamina dan PT Astra Honda Motor (AHM) berbareng pembalap Moto2 Mario Suryo(ANTARA/Agung Dwi Prakoso)
DUA pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama (Moto3) dan Mario Suryo Aji (Moto2), menyempatkan diri menyapa para fans di Yogyakarta pada Minggu (19/7). Kehadiran mereka merupakan bagian dari aktivitas Homecoming Tour Local Heroes Indonesia berjudul "Indonesia Mendunia" nan digelar di area Monumen Serangan Umum 1 Maret.
Acara nan diselenggarakan oleh Pertamina berbareng PT Astra Honda Motor (AHM) ini disambut antusias oleh masyarakat. Bagi Veda Ega Pratama, momen pulang kampung ke Yogyakarta memberikan kesan mendalam meski jadwalnya sangat padat.
"Saya senang sekali bisa pulang dan disambut hangat. Rasanya bisa kembali menikmati suasana Yogyakarta, termasuk makanannya," ujar Veda.
Meski belum sempat pulang ke rumahnya di Gunungkidul, Veda mengaku sudah mencicipi kuliner favoritnya, bakmi godog, dan mendapatkan kiriman walang goreng unik wilayah asalnya.
Persiapan Menuju Mandalika
Agenda di Yogyakarta tergolong singkat. Pada Senin (20/7), kedua pembalap dijadwalkan bertolak ke Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, untuk menjalani sesi latihan. Latihan ini merupakan bagian dari persiapan panjang menghadapi GP Indonesia nan bakal digelar pada Oktober 2026.
Berikut adalah ringkasan agenda dan profil singkat kedua pembalap dalam aktivitas tersebut:
| Pembalap | Veda Ega Pratama (Moto3) & Mario Suryo Aji (Moto2) |
| Lokasi Acara | Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta |
| Agenda Berikutnya | Latihan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika (Mulai 20 Juli) |
| Target Utama | MotoGP Indonesia (9-11 Oktober 2026) |
Mario Aji Fokus Pemulihan
Sementara itu, Mario Suryo Aji mengungkapkan bahwa masa jarak kejuaraan ini dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik. Sebelumnya, Mario sempat mengalami cedera nan membuatnya kudu tidakhadir dalam beberapa balapan di paruh pertama musim.
"Kita sempat kompetitif di fase pertama, tapi ada cedera sehingga kudu melewatkan balapan kurang lebih lima sampai enam match," ungkap Mario.
Ia menambahkan bahwa masa pemulihan memberinya pelajaran berbobot tentang kesabaran dan mentalitas untuk bangkit kembali di lintasan balap.
Setelah sesi bincang-bincang berakhir, suasana semakin meriah saat para fans mengerumuni kedua pembalap untuk berpotret berbareng dan meminta tanda tangan sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Nusa Tenggara Barat. (Ant/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·