Veda Ega Pratama: Lebih Termotivasi Arungi Moto3 Usai Sowan Sri Sulta

1 hari yang lalu 3
 Lebih Termotivasi Arungi Moto3 Usai Sowan Sri Sulta Ilustrasi(Dok Humas Pemda DIY)

MENJELANG tampil di hadapan publik sendiri pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, pebalap Moto3 asal Indonesia Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji menemui Gubernur DIY Sri Sultan HB X di kediamannya, di Keraton Kilen, Kota Yogyakarta, Minggu (19/7).

Bagi Veda, pertemuan dengan Sri Sultan menjadi motivasi tambahan menjelang lanjutan musim balap dunia. Putra Gunungkidul ini berjanji, dirinya bakal terus meningkatkan intensitas latihan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi balapan di Mandalika. 

"Ini (tampil di Sirkuit Mandalika, NTB) menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk memberikan hasil terbaik," kata dia.

Sebelum bersilaturahmi dengan Sri Sultan, Veda dan Mario terlebih dulu menyapa ratusan fans dalam aktivitas Homecoming Tour Local Heroes Indonesia di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta. 

Veda mengaku, dirinya bisa terjun ke bumi balam motor berkah andil sang ayah nan juga merupakan pembalap. "Saya sering ikut nonton balapan dan memandang ayah latihan. Kemudian saya juga jadi mau menjadi pembalap," ceita Veda nan berasal dari Gunungkidul.

Sebelum mengaspal di Moto3, Veda memulai kariernya dari motocross lampau ke road race hingga sukses menembus Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup.

Pada balapan perdananya di Moto3 musim ini, Veda telah mengumpulkan poin 90 dan berada di posisi ke enam. Ia pun mengaku tetap banyak belajar sehingga terkadang hasilnya bagus, tetapi terkadang jatuh juga.

"Semua itu saya ambil pelajarannya. Setelah summer break ini saya mau lebih konsisten lantaran ini tahun pertama saya di Moto3," imbuh dia.

Balapan Moto3 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bakal dilangsungkan pada 9–11 Oktober 2026. Ia pun telah menjadwalkan latihan dua hari, Senin dan Selasa (20 dan 21/7), di  Sirkuit Mandalika agar memperoleh hasil terbaik saat balapan nanti.

"Balapan kelak bakal spesial lantaran kami menjadi tuan rumah dan tampil di depan pendukung sendiri. Latihan ini sangat penting," tutur Veda.

Sementara itu, Sri Sultan saat pertemuan dengan Veda dan Mario berpesan agar tidak kalah oleh rasa takut sebelum bertanding. Sri Sultan menegaskan bahwa keberanian dan kepercayaan diri menjadi kunci untuk bersaing di panggung balap dunia.

Sri Sultan mengatakan, seorang atlet kudu mempunyai tekad kuat untuk menghadapi setiap tantangan. Menurutnya, keraguan dan rasa takut justru dapat menjadi halangan terbesar sebelum pertandingan dimulai.
 
"Jangan lantaran sudah pilihannya menjadi pembalap lampau mengatakan, 'Wah itu susah, itu berat, tidak bisa.' Ya sudah, kalah sebelum bertanding. nan krusial gimana punya motivasi untuk memperkuat dan memenangkan setiap pertandingan," pesan Sri Sultan.
 
Sri Sultan menekankan bahwa persaingan di level internasional tidak perlu dihadapi dengan rasa minder. Setiap pebalap mempunyai kesempatan nan sama untuk meraih hasil terbaik, termasuk ketika berhadapan dengan para juara dunia.
 
"Kenapa kita kudu berhati kecil? Tidak. Risikonya sama. Siapa nan bakal juara juga bisa bergantian. Jadi kita kudu fight. Motivasi untuk fight itu ada pada dirinya sendiri. Kami hanya mendukung," tegasnya.
 
Keberhasilan seorang atlet, lanjut Sri Sultan, tidak hanya ditentukan oleh keahlian teknis dan fisik, tetapi juga oleh kesiapan mental dalam menghadapi tekanan kompetisi. Ia berambisi Veda dan Mario terus menjaga semangat berlatih serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang.(H-2)

Selengkapnya